Breaking News:

PSI Minta Penjelasan Soal Optimisme Ekonomi Bisa Tumbuh 4,5 Sampai 5,5 Persen

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa ekonomi Indonesia bakal tumbuh 4,5% sampai 5,5% di tahun 2021 mengejutkan

Editor: Wahyu Aji
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
ILUSTRASI Suasana gedung bertingkat di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (2/7/2019). Kepala lembaga riset global Jones Lang LaSalle (JLL) James Taylor menyebutkan Jakarta menempati posisi ke-15 dalam daftar pasar investasi Asia Pasifik Pricewaterhouse Coopers, hal tersebut menunjukkan bahwa Jakarta semakin potensial untuk investasi terutama di sektor infrastruktur dan properti. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa ekonomi Indonesia bakal tumbuh 4,5% sampai 5,5% di tahun 2021 mengejutkan.

Pasalnya optimisme tersebut terjadi ditengah situasi pandemi yang melanda dunia.

Juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kokok Dirgantoro menyampaikan senang mendengar pernyataan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh 4,5 - 5,5%.

"Kami tentu senang dengan optimisme mengenai pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Menko Perekonomian Pak Airlangga Hartarto. Agar optimisme itu memiliki dasar yang kuat. Strategi dan road map untuk mencapai pertumbuhan 4,5 -5,5% itu apa dan bagaimana?" kata Kokok saat dikonfirmasi, Rabu (24/2/2021).

Menurut Kokok, Airlangga perlu menyampaikan kepada publik strategi dan roadmap pertumbuhan ekonomi tersebut secara detail.

"Semua pihak termasuk pengusaha tentu berharap pertumbuhan 4,5 - 5,5% itu terwujud. Artinya banyak lapangan kerja yang kembali dibuka, konsumsi kembali menggeliat. Tapi Pak Airlangga harus sampaikan secara terbuka strategi dan road mapnya sehingga publik bisa menilai bahwa pernyataan itu relistis bukan angin surga belaka," kata Kokok

Kokok mengaku senang dengan optimisme Menteri Koordinator Perekonomian, namun dirinya meminta agar pondasi argumentasinya dijelaskan lebih detail.

"Optimisme itu bagus, tapi di sisi lain bisa menimbulkan spekulasi yang akhirnya membawa dunia usaha keliru mengambil keputusan. Kita minta Pak Airlangga untuk menjelaskan lebih detail rencana pemulihan ekonomi nasional," kata Kokok

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved