Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Sesuai Instruksi Presiden Jokowi, Belajar Tatap Muka di Depok Diharapkan Berlangsung Juli Mendatang

Melihat kondisi perkembangan Covid-19 di Kota Depok yang terus berangsur membaik, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Tamrin.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Tenaga kesehatan menjalani vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Umum (RSU) Bungsu, Jalan Veteran, Kota Bandung, Senin (18/1/2021). Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di pos layanan ini dari 14, 15, dan 18 Januari 2021 berjalan lancar, sudah diikuti lebih dari 70 tenaga kesehatan di lingkungan RSU Bungsu dan beberapa tenaga kesehatan dari sejumlah rumah sakit di Kota Bandung. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Melihat kondisi perkembangan Covid-19 di Kota Depok yang terus berangsur membaik, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Tamrin, berharap kegiatan belajar tatap muka dapat segera digelar.

“Dengan kondisi saat (Covid-19) ini terus membaik, kita berharap bisa tatap muka,” ujar Tamrin dikonfirmasi wartawan, Kamis (25/2/2021).

Dikabarkan proses belajar tatap muka akan berlangsung pada bulan Juli 2021 mendatang, Tamrin mengatakan pihaknya akan melaksanakan rapat dengan Gugus Tugas Covid-19 pada bulan Juni 2021.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Guru Dimulai, Presiden Jokowi Targetkan Sekolah Tatap Muka Mulai Juli 2021

“Tergantung kondisi daerah masing-masing. Juni kami akan rapat dengan Satgas dengan kondisi Depok gimana. Kalau dari pusat kembali kondisi daerah seperti apa,” katanya.

“Kalau sekarang kita dari merah ke orange. Sebaran RT banyak hijau. Berharap Juni membaik dan kita lapor awal ajaran,” sambungnya.

Tamrin mengatakan, kapasitas ruang kelas menjadi persoalan bilamana pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini digelar.

Pasalnya, satu ruang kelas maksimal hanya boleh menampung 20 murid.

“Kita belum sepenuhnya kegiatan belajar mengajar tatap muka karena kita dengan kondisi ruang kelas terbatas, satu kelas makimal 20 anak,” tuturnya.

Terakhir, Tamrin mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah mencoba simulasi pembelajaran tatap muka.

“Kalau kemarin kami simulasi, tatap muka tiga hari dan dua hari belajar dari rumah,” pungkasnya. (*)

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved