Jhoni Allen Bongkar Proses AHY Jadi Ketua Umum, Singgung SBY Rekayasa Kongres V Demokrat

Jhoni Allen Marbun menilai AHY jadi ketua umum tak lepas dari rekayasa SBY di Kongres V Partai Demokrat di Senayan pada 2020.

Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews/HERUDIN
Jhoni Allen Marbun usai diperiksa penyidik di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2014). Jhoni Allen Bongkar Proses AHY Jadi Ketua Umum, Singgung Rekayasa Kongres V Demokrat 

"Mereka tidak mengenal lelah dan waktu untuk bekerja bersama-sama meloloskan Partai Demokrat pada verifikasi KPU sehingga menjadi peserta Pemilu 2004," beber dia.

Baca juga: Cerita Gede Pasek di Balik KLB Demokrat Bali 2013, Kerelaan Anas Urbaningrum & Ungkit Janji SBY

"Demi tuhan saya bersaksi, bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali apalagi berdarah-darah. Sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan," tegas Jhoni Allen Marbun.

Jhoni Allen Marbun menjelaskan bergabungnya SBY dengan Partai Demokrat setelah mundur sebagai menteri dari kabinet Presiden Megawati Soekarnoputri dan Partai Demokrat lolos verifikasi KPU.

Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Anas Urbaningrum (kanan) . Jhoni Allen menyebutkan kudeta Partai Demokrat dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada era Anas Urbaningrum.
Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Anas Urbaningrum (kanan) . Jhoni Allen menyebutkan kudeta Partai Demokrat dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada era Anas Urbaningrum. (TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA)

SBY, kata Jhoni Allen Marbun, bergabung ke Partai Demokrat dengan memasukan namas sang istri, Ani Yudhoyono sebagai salah satu Wakil Ketua Umum.

Serta disebutnya hanya menyumbang uang Rp 100 juta dalam bentuk empat cek di Hotel Mirah Bogor.

"Pak SBY setelah mundur dari Kabinet Ibu Megawati baru muncul acara Demokrat di Hotel Kinasih Bogor di mana saat itu saya ketua panitianya. Ini menegasakan bahwa SBY bukan pendiri Partai Demokrat," paparnya.

Demokrat Jawab Tudingan Jhoni Allen Marbun

Demokrat pun menjawab tudingan Jhoni Allen Marbun yang menyebut SBY tak pernah berdarah-darah membesarkan partai berlambang mercy itu.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut hal itu sebagai manipulasi sejarah pembentukan Partai Demokrat.

"Kalau dibilang SBY tidak berdarah-darah membangun Partai Demokrat, mungkin yang bilang begitu tidak tinggal di planet bumi. Tinggal di planet Mars kali. Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang enggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai," kata Herzaky kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Lantas, Herzaky menjelaskan awal mula berdirinya Partai Demokrat.

Baca juga: Pemecatan Kader Demokrat Rekayasa SBY? Marzuki Alie: Kalau Berani Dia Tampil

Dia mengatakan, gagasan membentuk Partai Demokrat dimulai ketika SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2001.

Satu di antara pendiri Demokrat, Ventje Rumangkang (almarhum) kemudian menyarankan SBY mendirikan partai.

Presiden Ir Joko Widodo (Jokowi) saat menyalami Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono seusai memukul gong sebagai tanda dibukanya acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 dengan mengusung tema Demokrat Siap di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).  Jhoni Allen berbicara rekayasa Kongres Demokrat yang dilakukan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden Ir Joko Widodo (Jokowi) saat menyalami Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono seusai memukul gong sebagai tanda dibukanya acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 dengan mengusung tema Demokrat Siap di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). Jhoni Allen berbicara rekayasa Kongres Demokrat yang dilakukan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Tribunnews/Jeprima)

"Bapak Ventje menyampaikan bahwa banyak orang yang menginginkan SBY menjadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden. Namun realitas politik tak memungkinkan lantaran SBY ketika itu tak mempunyai partai," ujarnya.

Setelah berdiskusi dengan Ibu Ani, lanjut Herzaky, SBY kemudian mengamini usulan Ventje.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved