Jhoni Allen Bongkar Proses AHY Jadi Ketua Umum, Singgung SBY Rekayasa Kongres V Demokrat

Jhoni Allen Marbun menilai AHY jadi ketua umum tak lepas dari rekayasa SBY di Kongres V Partai Demokrat di Senayan pada 2020.

Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews/HERUDIN
Jhoni Allen Marbun usai diperiksa penyidik di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2014). Jhoni Allen Bongkar Proses AHY Jadi Ketua Umum, Singgung Rekayasa Kongres V Demokrat 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jhoni Allen Marbun menilai Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY jabat ketua umum tak lepas dari rekayasa SBY di Kongres V Partai Demokrat di Senayan.

Itulah yang jadi pertimbangan mantan politikus Partai Demokrat ini mengungkapkan, bahwa saat ini partai berlambang Mercy itu telah dikuasai Dinasti Cikeas.

Dia menyebut, terpilihnya AHY di Kongres V Demokrat sebagai ketua umum tahun lalu itu merupakan rekayasa SBY yang notabene ayah AHY.

"Kongres V pada 15 Maret 2020 di Senayan, Jakarta, kembali SBY merekayasa tata cara kongres tidak sesuai sebagaimana mestinya," kata Jhoni Allen Marbun dalam video yang diterima wartawan, Senin (1/3/2021).

Jhoni Allen Marbun mengatakan, dalam Kongres V Partai Demokrat itu tidak ada pembahasan tata tertib acara dan syarat pemilihan ketua umum.

Baca juga: Tanda-tanda Demokrat Dicap Partai Dinasti, Jhoni Allen: SBY Ketua Umum, Anaknya Sekjen

Laporan pertanggungjawaban SBY selama menjabat Ketua Umum Partai Demokrat juga tidak ada.

"Setelah pidato Ketua Umum SBY, peserta kongres yang tidak punya hak suara diusir keluar dari arena Kongres," Jhoni Allen Marbun menambahkan.

Seharusnya, lanjut Jhoni, semua peserta Kongres Partai Demokrat memiliki hak suara yang dapat digunakan saat pemilihan ketua umum atau perbedaan pendapat.

Jhoni menyebut SBY mendesain seluruh Ketua DPD Partai Demokrat agar AHY secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

"Selanjutnya SBY mendesain Ketua-Ketua DPD seluruh Indonesia untuk medeklarasikan AHY menjadi Ketua Umum. Itulah yang mereka sebut aklamasi," tegas Jhoni Allen Marbun.

Baca juga: Jhoni Allen Cerita SBY Masuk Demokrat: Usai Terverifikasi KPU, Masukkan Ani Yudhoyono dan Rp100 Juta

Baca juga: Buka Front dengan Moeldoko, SBY Malah Diserang Balik Marzuki Alie dan Darmizal

Baca juga: Politisi Senior Partai Demokrat Dipecat karena Dorong KLB: Ini Menunjukkan Wajah SBY yang Sebenarnya

Berdasar fenomena ini, Jhoni Allen Marbun menyindir dengan menganalogikan AHY berada di puncak kekuasaan Partai Demokrat tapi merangkak dari bawah.

"Makanya, AHY berada di puncak gunung tapi tidak pernah mendaki. Oleh sebab itu AHY selaku Ketua Umum tidak tahu cara turun gunung," ujar dia.

"Sehingga bapaknya SBY yang saya hormati menjadi turun gunung. Inilah yang disebut krisis kepemimpinan," Jhoni Allen menegaskan.

Muasal Demokrat Jadi Partai Dinasti

Jhoni Allen Marbun satu dari tujuh kader yang dipecat dari Partai Demokrat. Ia pun membongkar tanda-tanda Partai Demokrat sebagai partai Dinasti Cikeas.

Dia menyebut hal itu sudah terlihat sejak SBY menjabat Ketua Umum Partai Demokrat dan putra bungsunya, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas menjabat Sekretaris Jenderal lewat KLB 2013.

Kala itu, sambung Jhoni Allen Marbun, SBY yang tadinya menjabat Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat akhirnya turun gunung sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Ia menggantikan posisi Anas Urbaningrum yang tersangkut kasus korupsi.

Adapun jabatan strategis lainnya di Partai Demokrat yakni Sekretaris Jenderal Partai Demokrat dipegang oleh anak bungsu SBY yakni Ibas.

Jhoni menyindir, bahwa apa yang dilakukan keluarga SBY pada Partai Demokrat sebagai sebuah rekor baru di dunia.

"Ini baru pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia di mana pengurus partai politik, Partai Demokrat, bapaknya SBY ketua umum dan anaknya sebagai sekretaris jenderal."

Baca juga: Reaksi Ibas Dibandingkan dengan Kakaknya di Demokrat, Putra SBY Singgung Adu Domba di Lapangan Domba

"Sejatinya SBY telah melakukan pengingkaran kepada fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat," kata Jhoni Allen Marbun.

Dia menilai apa yang dilakukan SBY kala itu telah mengingkari sejarah yang dicita-citakan Partai Demokrat.

"Sejatinya SBY telah melakukan pengingkaran kepada fakta sejarah lahirnya Partai Demokrat," bebernya.

Bongkar Fakta Sejarah Partai Demokrat

Dalam video itu, Jhoni Allen Marbun juga membongkar fakta sejarah berdirinya Partai Demokrat.

Sebagai orang yang terlibat di proses pendirian Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun mengklaim paham betul bagaimana sejarah partai tersebut.

Ia menyebut bahwa lolosnya Partai Demokrat sebagai partai peserta di Pemilu 2004 tanpa ada sama sekali jasa dari SBY.

Sebab, dia menyebut SBY baru bergabung ke Partai Demokrat setelah partai terverivikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mengikuti Pemilu 2004.

Lewat Partai Demokrat juga yang pada akhirnya mengantarkan SBY sebagai Presiden RI.

"Saya dan para pendiri beserta para senior partai adalah pelaku sejarah Partai Demokrat. Saya menyatakan, bahwa di dalamnya perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah, bekerja keras," ucap Jhoni Allen Marbun.

"Mereka tidak mengenal lelah dan waktu untuk bekerja bersama-sama meloloskan Partai Demokrat pada verifikasi KPU sehingga menjadi peserta Pemilu 2004," beber dia.

Baca juga: Cerita Gede Pasek di Balik KLB Demokrat Bali 2013, Kerelaan Anas Urbaningrum & Ungkit Janji SBY

"Demi tuhan saya bersaksi, bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali apalagi berdarah-darah. Sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan," tegas Jhoni Allen Marbun.

Jhoni Allen Marbun menjelaskan bergabungnya SBY dengan Partai Demokrat setelah mundur sebagai menteri dari kabinet Presiden Megawati Soekarnoputri dan Partai Demokrat lolos verifikasi KPU.

Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Anas Urbaningrum (kanan) . Jhoni Allen menyebutkan kudeta Partai Demokrat dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada era Anas Urbaningrum.
Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) dan Anas Urbaningrum (kanan) . Jhoni Allen menyebutkan kudeta Partai Demokrat dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada era Anas Urbaningrum. (TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA)

SBY, kata Jhoni Allen Marbun, bergabung ke Partai Demokrat dengan memasukan namas sang istri, Ani Yudhoyono sebagai salah satu Wakil Ketua Umum.

Serta disebutnya hanya menyumbang uang Rp 100 juta dalam bentuk empat cek di Hotel Mirah Bogor.

"Pak SBY setelah mundur dari Kabinet Ibu Megawati baru muncul acara Demokrat di Hotel Kinasih Bogor di mana saat itu saya ketua panitianya. Ini menegasakan bahwa SBY bukan pendiri Partai Demokrat," paparnya.

Demokrat Jawab Tudingan Jhoni Allen Marbun

Demokrat pun menjawab tudingan Jhoni Allen Marbun yang menyebut SBY tak pernah berdarah-darah membesarkan partai berlambang mercy itu.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat Herzaky Mahendra Putra menyebut hal itu sebagai manipulasi sejarah pembentukan Partai Demokrat.

"Kalau dibilang SBY tidak berdarah-darah membangun Partai Demokrat, mungkin yang bilang begitu tidak tinggal di planet bumi. Tinggal di planet Mars kali. Ini namanya manipulasi sejarah kalau bilang enggak ada keringat Pak SBY mendirikan partai," kata Herzaky kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Lantas, Herzaky menjelaskan awal mula berdirinya Partai Demokrat.

Baca juga: Pemecatan Kader Demokrat Rekayasa SBY? Marzuki Alie: Kalau Berani Dia Tampil

Dia mengatakan, gagasan membentuk Partai Demokrat dimulai ketika SBY kalah dari Hamzah Haz untuk menjadi calon wakil presiden Megawati Soekarnoputri dalam pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat tahun 2001.

Satu di antara pendiri Demokrat, Ventje Rumangkang (almarhum) kemudian menyarankan SBY mendirikan partai.

Presiden Ir Joko Widodo (Jokowi) saat menyalami Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono seusai memukul gong sebagai tanda dibukanya acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 dengan mengusung tema Demokrat Siap di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018).  Jhoni Allen berbicara rekayasa Kongres Demokrat yang dilakukan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden Ir Joko Widodo (Jokowi) saat menyalami Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disaksikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono seusai memukul gong sebagai tanda dibukanya acara rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Demokrat 2018 dengan mengusung tema Demokrat Siap di Sentul International Convention Center, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). Jhoni Allen berbicara rekayasa Kongres Demokrat yang dilakukan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Tribunnews/Jeprima)

"Bapak Ventje menyampaikan bahwa banyak orang yang menginginkan SBY menjadi pemimpin nasional, termasuk menjadi wakil presiden. Namun realitas politik tak memungkinkan lantaran SBY ketika itu tak mempunyai partai," ujarnya.

Setelah berdiskusi dengan Ibu Ani, lanjut Herzaky, SBY kemudian mengamini usulan Ventje.

Herzaky menyebut SBY pula yang kemudian menciptakan nama, logo, bendera, mars, hingga manifesto politik Partai Demokrat.

Sampai akhirnya, Partai Demokrat berdiri pada 9 September 2001, mengambil tanggal yang sama dengan hari ulang tahun SBY pada 9 bulan sembilan. Begitu pula dengan pemilihan jumlah deklarator pendiri partai sebanyak 99 orang.

"Di antara deklarator itu, bahkan ada nama staf pribadi SBY. Setelah partai terbentuk, Ani Yudhoyono, istri SBY, juga didapuk menjadi wakil ketua umum," katanya.

"Hal-hal tersebut demi meyakinkan publik dan menjadi representasi SBY di Demokrat. Ini kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri," tegas dia.

Dengan fakta tersebut, Herzaky balik menuding Jhoni Allen Marbun justru tidak paham sejarah berdirinya Partai Demokrat dan ada keterlibatan SBY di dalamnya.

"Kalau dibilang tidak ada keringat Pak SBY mendirikan partai, itu ketahuan orang yang tidak paham sejarah. SBY sendiri tak pernah mengklaim berdirinya Demokrat sebagai perjuangannya sendiri," lanjut dia.

Baca juga: 2 Penyebar Video Mirip Artis Gabriella Larasati Ditangkap, Modal Video Gratisan Bisa Dapat Rp75 Juta

Herzaky heran jika kini banyak deklarator atau pendiri Partai Demokrat yang merasa lebih besar dan berjasa mendirikan partai.

Dia mengakui, Partai Demokrat memang didirikan untuk menjadi kendaraan politik mendorong SBY menjadi calon presiden.

"Publik memilih Demokrat karena ingin Pak SBY punya kendaraan politik. Realita politik menyebutkan kalau tidak ada figur Pak SBY orang enggak akan memilih Partai Demokrat, enggak segitu angkanya."

"Sebagai contoh, suara Partai Demokrat 20 persen di tahun 2009, suara Bapak SBY 61 persen. Ini saja sudah menunjukkan, ketokohan Bapak SBY itu sangat penting bagi Partai Demokrat," ujar Herzaky.

Artikel ini disarikan dari berita TribunJakarta.com dan Tribunnews.com: Jhoni Allen Cerita SBY Masuk Demokrat: Usai Terverifikasi KPU, Masukkan Ani Yudhoyono dan Rp100 Juta; dan Demokrat: Kalau Dibilang SBY Tak Berdarah-darah Besarkan Partai, Mungkin Dia Tinggal di Planet Mars,

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved