Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Setahun Mengatasi Covid-19, Wali Kota Bekasi: Lama-lama Capek Juga

Setahun setelah penanganan Covid-19, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui mulai kelelahan

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di PMI Kota Bekasi Jalan Veteran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (1/3/2021). Setahun Mengatasi Covid-19, Wali Kota Bekasi: Lama-lama Capek Juga 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Setahun setelah penanganan Covid-19, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui mulai kelelahan. Pandemi yang berlarut-larut, secara tidak langsung menggangu jalannya pemerintahan.

Setahun penanganan pandemi terhitung sejak 2 Maret 2020, hari di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia.

"Lama-lama kan capek juga biaya, belum insentif nakesnya (tenaga kesehatan) belum alatnya," kata Rahmat, Senin (1/3/2021).

Kegiatan pemerintah yang sangat terganggu ialah di bidang infrastruktur, hampir separuh anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) difokuskan untuk penanganan pandemi.

Belum lagi lanjut dia, dampak berantai dari pandemi Covid-19 yang sudah terasa ke sektor ekonomi, investasi dan pengangguran.

"Sehingga terganggu infrastruktur yang lain, kan sekarang kita separuh (APBD) kita fokuskan ke sini penanganan covid," tuturnya.

"Belum lagi kondisi ekonomi, pedagang yang masih terganggu, tempat hiburan, investasi, kemudian pengangguran kan banyak efek lanjutannya," ucapnya.

Baca juga: Kolonel Pnb Bambang Gunarto Resmi Menjabat Danlanud Halim

Baca juga: Keinginan Gubernur Anies Jual Saham Perusahaan Bir PT Delta Terganjal Restu DPRD

Meski begitu, perkembangan penanganan pandemi Covid-19 di Kota Bekasi mulai tampak terkendali. Hal ini dilihat dari tingkat kesembuhan dan penularan.

"Tapi ini turun (positivity rate), sekarang kalau ada 130 (sampel spesimen PCR tes) yang kena (terkonfirmasi posotif) 40, kalau kemarin kan yang diuji 300 yang kena 100, sekitar 30 persen sekarang udah turun sekitar 20 persen," terangnya.

Ditambah tingkat keterisian rumah sakit isolasi pasien Covid-19, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga saat ini BOR (bed occupancy rate) berada di angka 66 persen.

"BOR 66 Persen per hari ini, artinya kalau kapasitas tempat tidur kita 1.700, 66 persennya keisi udah hampir separuh kosong, tapi kalau sudah 80 persen itu hati-hati," tegasnya.

Berdasarkan data situs corona.bekasikota.go.id, kumulatif Covid-19 di Kota Bekasi hingga Senin (1/3/2021) sebanyak 34.265 kasus.

Dari jumlah kumulatif itu, sebanyak 33.227 kasus dinyatakan sembuh, 589 masih dalam perawatan dan 449 kasus meninggal dunia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved