Pemuka Agama di Prancis Lakukan Aksi Pelecehan ke Ribuan Orang Selama 71 Tahun
aksi pelecehan selama 71 tahun tersebut terbongkar berdasarkan penyelidikan Komisi Independen Pelecehan Seksual di Gereja (CIASE) di Prancis.
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Para pastor Katolik di Prancis telah melecehkan setidaknya 10.000 orang, termasuk anak di bawah umur dan orang rentan lainnya.
Pelecehan ini berlangsung sejak tahun 1950.
Dilansir CNN, aksi pelecehan selama 71 tahun tersebut terbongkar berdasarkan penyelidikan Komisi Independen Pelecehan Seksual di Gereja (CIASE) di Prancis.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Senin (1/3/2021) lalu, CIASE memperkirakan bahwa jumlah korban bisa mencapai 'setidaknya sepuluh ribu'.
Komisi tersebut mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menerima 6.500 kesaksian.
Setidaknya, 3.000 orang merupakan korban yang berbeda.
"Sangat mungkin jumlah korban setidaknya mencapai 10.000," kata presiden CIASE, Jean-Marc Sauvé.
"Pekerjaan masih berlangsung, dan khususnya survei terhadap masyarakat umum, akan memungkinkan untuk menentukan jumlahnya," imbuhnya.
Diketahui, CIASE dibentuk pada 2018 oleh hierarki Gereja Katolik Prancis dan lembaga keagamaan.
CIASE didirikan setelah skandal pelecehan terungkap.
Komisi ini dibiayai oleh konferensi Uskup Katolik Prancis.
Namun, para anggotanya tidak dibayar dan tidak menerima instruksi dari gereja.
Dalam melaksanakan tugasnya, CIASE dapat mengakses arsip keuskupan dan lembaga keagamaan untuk penyelidikan.
CIASE dijadwalkan akan menyampaikan laporan akhirnya pada musim gugur 2021.
Kasus pertama kali dilaporkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksual.jpg)