Antisipasi Virus Corona di DKI
Dinas Kesehatan DKI Waspadai Munculnya Varian Baru Virus Corona
Dinas Kesehatan DKI Jakarta mangaku tetap waspada meski angka penularan Covid-19 di ibu kota mulai mengalami tren penurunan.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mangaku tetap waspada meski angka penularan Covid-19 di ibu kota mulai mengalami tren penurunan.
Pasalnya, virus corona varian baru B117 terdeteksi sudah masuk Indonesia dan menginfeksi dua warga di Karawang, Jawa Barat.
"Kami tetap waspada," ucap Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti, Kamis (4/2/2021).
Guna mencegah mutasi virus corona ini penyebaran di ibu kota, Widyastuti mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Langkah antisipasi pun diklaim telah disiapkan jauh-jauh hari untuk meminimalisir penyebaran varian baru corona ini.
Meski demikian, anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini tak menjelaskan secara rinci langkah antisipasi yang dimaksud.
"Kami tetap berkoordinasi dengan pusat. Untuk antisipasinya tentu ada langkah-langkah dari tim pusat yang sudah menskenario," tuturnya.
Baca juga: Banyak Sopir Bus di Kota Tangerang Menolak Divaksinasi Covid-19
Baca juga: Pria Berjaket Bawa Kabur Motor yang Terparkir di Depan Rumah, Aksi Pelaku Terekam CCTV
Baca juga: Pemkot Tangsel Targetkan Juni 2021 Seluruh Tenaga Pendidik Telah Divaksin Covid-19
Widyastuti pun mengingatkan warga Jakarta untuk tak mengendurkan protokol kesehatan.
Terutama terkait penerapan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak aman, dan mencuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun.
"Tetap patuhi protokol kesehatan, harus dijaga dengan penguatan 3M," ujarnya di Balai Kota DKI.
Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga tak panik akan penyebaran varian baru corona yang pertama kali ditemukan di Inggris ini.
Meski berbahaya dan penyebarannya lebih cepat, varian baru virus corona tidak mematikan.
"Menurut informasi yang kami terima, penularannya lebih cepat, namun tidak mematikan. Tetap berbahaya, tapi tidak mematikan dibandingkan sebelumnya," kata Ariza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/varian-baru-virus-corona-b1.jpg)