Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

Pemkot Tangsel Targetkan Juni 2021 Seluruh Tenaga Pendidik Telah Divaksin Covid-19

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebidayaan Tangsel, Taryono, mengungkapkan, jumlah guru PAUD, SD, SMP di Tangsel sebanyak 14.214 orang.

TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Vaksinasi guru di SMPN 11 Tangsel, Serpong, Selasa (2/3/2021). Pemkot Tangsel Targetkan Juni 2021 Seluruh Tenaga Pendidik Telah Divaksin Covid-19 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan, memprioritaskan vaksinasi Covid-19 bagi guru.

Hal itu agar pembelajaran tatap muka bisa kembali digelar pada Juli 2021, saat tahun ajaran baru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono, mengungkapkan, jumlah guru PAUD, SD, SMP di Tangsel sebanyak 14.214 orang.

"Di Tangsel itu guru Paud, SD, SMP saja itu 14.214 orang. Itu saja banyak bener. Belum lagi yang non formal, kayak PKBM belum. Masih banyak sekali."

"Makanya kami punya target bulan Juni mudah mudahan telah diselesaikan semua baik pendidik dan tenaga pendidikan telah divaksin, dua tahap sekaligus," papar Taryono melalui sambungan telepon, Kamis (4/3/2021).

Namun, menurut Taryono, bukan hanya para guru, pegawai sekolah termasuk petugas keamanan juga harus divaksin.

Baca juga: Kisah Warga Tanjung Barat Ternak Lele di Tengah Pandemi: Manfaatkan Ulat Maggot untuk Pakan

Baca juga: Menteri Pendidikan Targetkan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Dibuka Mulai Juli

Baca juga: 518 Lansia Telah Jalani Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati

Jika diakumulasi, jumlah pegawai penunjang sekolah itu di Tangsel tidak sedikit. 

"Satpam dan TU yang kita punya di daftar gaji honor yang kita punya itu sekitar 1.800-an orang. Jadi 14.214 ditambah dengan 1.800-an yang harus divaksin," kata Taryono.

"Alhamdulillah di Tangsel itu guru itu diprioritaskan. Bukan hanya guru di negeri tapi juga di swasta," imbuhnya.

Kendati target pembelajaran tatap muka sudah ditargetkan akan digelar Juli 2021, jumlah siswa yang belajar di kelas masih dibatasi 50%.

Protokol kesehatan masih harus ketat dilaksanakan agar sekolah tidak menjadi klaster penularan Covid-19

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved