Gudang Tramadol Berkedok Toko Kosmetik di Tangerang Digerebek, Sudah Setahun Beroperasi

Loka Pengawas Obat dan Makanan (LPOM) wilayah Kabupaten Tangerang menggerebek sebuah toko kosmetik pada Kamis (4/3/2021).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Muhammad Zulfikar
Istimewa
Loka Pengawas Obat dan Makanan (LPOM) wilayah Kabupaten Tangerang menggerebek sebuah toko kosmetik kawasan Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (4/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TELUKNAGA - Loka Pengawas Obat dan Makanan (LPOM) wilayah Kabupaten Tangerang menggerebek sebuah toko kosmetik pada Kamis (4/3/2021).

Tepatnya, penggerebekan dilakukan di toko kosmetik kawasan Desa Pangkalan, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Bukan asal gerebek, tapi disinyalir awalnya toko tersebut telah menjual obat-obatan tertentu atau OTT selama kurun waktu satu tahun.

Hal di atas pun terbukti saat petugas menyambangi toko kosmetik abal-abal itu.

"Kami dapat laporan kalo di toko itu sering terjadi transaksi jual beli obat tertentu, diantaranya tramadol dan pil kuning," jelas Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang, Wydia Savitri kepada awak media.

"Makanya, kami langsung melakukan pemantauan dan akhirnya dilakukan langkah penggerebekan," sambung dia.

Alhasil, petugas pun mendapati 3.000 tablet tramadol, 100 tablet pil kuning dan obat tradisional tanpa izin edar sebanyak enam kapsul.

"Kita amankan sejumlah obat-obatan dan juga ramuan tradisional dengan nilai ekonomi berkisar Rp 5 juta," ungkap Wydia.

Pihaknya pun melimpahkan pengembangan kepada pihak kepolisian.

Sebab, ditemukan indikasi bahwa adanya oknum yang secara sengaja menjadi distributor barang-barang berbahaya itu.

Baca juga: AC Milan Berpotensi Pecahkan Rekor Musim Ini, Bakal Jadi Tim dengan Penalti Terbanyak?

Baca juga: Marzuki Alie Anggap Ibas Lebih Kompeten Pimpin Partai Dibanding AHY

Baca juga: 1.200 Kader Direncanakan Hadiri KLB Partai Demokrat Siang Ini

"Dari hasil pemeriksaan kami kepada pegawai toko, obat-obatan itu memang ada yang suplai dan untuk masalah ini, kita serahkan ke pihak kepolisian," tutur Wydia.

Sementara, efek samping dari obat-obatan ini, dijelaskannya cukup berbahaya.

Mulai dari keracunan hingga gangguan ginjal yang berujung dengan kematian.

"Obat-obatan ini memiliki efek kecanduan, dan kalau dikonsumsi terus menerus, maka akibat fatal akan menyebabkan kematian," terang Wydia.

Kini toko kosmetik tersebut pun langsung dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Tangerang dan dikenakan sanksi secara administratif.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved