Moeldoko Suka Cita di Lokasi KLB Demokrat Deliserdang, Wajah SBY Sendu saat Konpers di Cikeas
Moeldoko Suka Cita di Lokasi KLB Demokrat Deliserdang, Wajah SBY Sendu saat Konpers di Cikeas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Suasana suka cita mewarnai peserta KLB Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Sumatera Utara, menyambut Ketua Umum Moeldoko yang datang berjas biru.
Sejak keluar dari mobil, Moeldoko menyebar senyum sambil mengangkay tangan dan namanya dielu-elukan oleh peserta KLB Partai Demokrat Deliserdang.
Sebelum memberikan statemen politik perdananya sebagai Ketua Umum Demokrat, Jhoni Allen Marbun mengajak peserta yel-yel menambah riuh KLB.
Jhoni Allen Marbun pun menyebut nama Moeldoko berkali-kali ditingkahi dukungan dari peserta KLB Partai Demokrat.
Selanjutnya nama Marzuki Alie juga turut disebut.
Moeldoko dan Marzuki Alie adalah dua nama calon ketua umum di KLB Partai Demokrat. Namun secara aklamasi, lebih banyak kader atau peserta yang mendukung Moeldoko.
Baca juga: Sebut Moeldoko Berdarah Dingin Kudeta Demokrat, SBY Menyesal Pernah Kasih Kepercayaan Sewaktu di TNI
Sementara itu, Marzuki Alie disahkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.
Di saat suasana KLB di Deliserdang penuh suka cita atas terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhyono (SBY) dengan wajah sendu memberikan pernyataan pers atas peristiwa hari ini.
SBY tak bisa menutupi kekecewaan mendalamnya atas apa yang terjadi pada Partai Demokrat.
Presiden ke enam RI ini menyebut bahwa akal sehat saat ini telah mati.
Baca juga: Moeldoko Jabat Ketua Umum Partai Demokrat Versi KLB, AHY Minta Tolong ke Jokowi Soal Ini
Baca juga: AHY: Moeldoko Dipilih Mantan Kader Partai Demokrat yang Dipecat
Baca juga: Putri Wapres Tegas Dukung AHY, Ogah Akui Moeldoko Sebagai Ketum Hasil KLB Demokrat di Sumut
"Hari ini kami berkabung. Partai Demokrat berkabung. Sebenarnya bangsa Indonesia juga berkabung karena akal sehat telah mati".
"Sementara keadilan, supremasi hukum dan demokrasi sedang diuji," kata SBY saat konfrensi pers di kediamannya di Cikeas, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021).
SBY tak segan menyebut Moeldoko sebagai orang yang berdarah dingin dalam lakukan kudeta Partai Demokrat.
"Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini".
"Memang banyak yang tercengang. Banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin lakukan kudeta ini," kata SBY.
SBY juga menyebut apa yang dilakukan Moeldoko dengan mengkudeta kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sangat jauh dari sikap ksatria dan moral.
SBY bahkan menyebut apa yang dilakukan Moeldoko sungguh memalukan dilakukan seseorang yang pernah menjadi Prajurit TNI.
"Sebuah perebutan kepemimpinan yang tidak terpuji, jauh dari sikap ksatria dan nilai-nilai moral dan hanya mendatangkan rasa malu bagi perwira dan prajurit yang pernah bertugas di jajaran TNI," geram SBY.

SBY pun merasa malu karena pernah memberikan jabatan kepada Moeldoko sewaktu yang bersangkutan masih berdinas di TNI.
Diketahui, karir militer Moeldoko moncer sewaktu SBY menjabat Presiden ke lima RI.
Moeldoko dilantik SBY menjadi KASAD pada 2013 menggantikan adik iparnya, Sarwo Edhie Wibowo hingga kemudian ditunjuk sebagai Panglima TNI.
"Termasuk rasa malu dan rasa bersalah saya yang dulu beberapa kali memberikan kepercayaan dan jabatan kepadanya".
"Saya memohon ampun kehadirat Allah SWT tuhan yang maha kuasa atas kesalahan saya itu," ucap SBY.
AHY Sebut KLB Abal-abal
Sebelumnya, AHY mengklaim bahwa pelaksanaan KLB tersebut dinilai inkonstitusional dalam segi aturan hukum karena tidak sesuai dengan konstitusi yang ada di Partai Demokrat.
"KLB ini tidak sesuai dengan konstituen Demokrat, (berdasarkan AD ART) harus disetujui dan didukung dua pertiga dari jumlah DPD, dan setengah dari jumlah DPC dan itu merupakan angka minimal, dan persetujuan dari ketua Majelis Partai," kata AHY saat konfrensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Jumat (5/3/2021).

Sedangkan kata dia, pada KLB yang terjadi di Deli Serdang dan menunjuk Moeldoko sebagai ketua umum itu, seluruh anggota, baik dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat tidak ada yang terlibat.
Seluruhnya, kata AHY, dikonfrimasi berada di daerah masing-masing. Oleh karenanya AHY mengatakan bahwa KLB yang terjadi siang tadi merupakan ilegal.
Lebih lanjut dia mengatakan, KLB yang terjadi juga didasari oleh niat yang buruk serta dilakukan dengan cara-cara yang buruk.
AHY mengatakan, sebagai negara demokrasi Indonesia seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, independensi, dan kedaulatan partai politik.
Karena itu dirinya juga meminta agar pemerintah tidak tinggal diamatas langkah Moeldoko yang dinilai telah memecah belah partai.
"Saya minta negara dan aparat pemerintah untuk tidak melakukan pembiaran atas kegiatan ilegal yang dilakukan KSP Moeldoko untuk memecah-belah partai Demokrat," ucapnya.
Jadi Ketua Umum Partai Demokrat
Moeldoko hari ini, Jumat (5/3/2021) resmi ditunjuk sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB di Deli Serdang untuk menggantikan posisi putra sulung SBY, yakni AHY.
Sebelum menyatakan kesanggupannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko melontarkan tiga pertanyaan kepada peserta Kongres Luar Biasa (KLB).
Pertanyaan itu disampaikan Moeldoko melalui sambungan telepon.
Moeldoko memang tak menghadiri langsung KLB yang digelar di The Hill Hotel Sibolangit, Deliserang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) siang.
Dia baru dihubungi panitia KLB setelah hasil KLB menyatakan peserta sepakat menunjuk Moeldoko secara aksalami sebagai Ketua Umum Partai Demokrat menggantikan Agus Harimurti Yudhoyono.
"Walaupun secara aklamasi rekan-rekan telah memberikan kepracayaan kepada saya. tapi saya ingin memastikan keseriusan teman-teman semua," kata Moeldoko saat dihubungi melalui telepon oleh panitia KLB Partai Demokrat.
Mantan Panglima TNI ini menyebut ada tiga pertanyaan yang akan dilontarkan kepada peserta KLB Partai Demokrat.
"Tolong saudara jawab beberapa pertanyaan saya untuk memastikan, tolong ini dijawab secara serempak," pinta Moeldoko.
Pertama, Moeldoko bertanya kepada peserta KLB apakah pelaksanaan KLB ini sesuai dengan AD ART Partai Demokrat apa tidak.
"Sesuai," jawab peserta secara kompak.

Kedua, Moeldoko menanyakan keseriusan para peserta KLB yang memilihnya untuk memimpin Partai Demokrat.
"Serius," lagi-lagi para kader menjawab secara kompak.
Pertanyaan ketiga, lanjut Moeldoko, dia menanyakan sejauh mana keseriusan kader Partai Demokrat untuk bekerja atas nama integritas yang menempatkan merah putih di atas kepentingan pribadi dan golongan.
"Siap ga?," tanya Moeldoko.
"Dengan demikian saya menghargai keputusan saudara, saya terima sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," ucap Moeldoko setelah para kader menjawab pertanyaan yang dilontarkannya.