Breaking News:

Pedagang dan Pembeli Khawatir Harga Daging Sapi Kembali Naik Jelang Lebaran

Pedagang dan pembeli di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur mendesak pemerintah segera mengambil langkah menurunkan harga daging sapi di pasaran.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lapak pedagang sapi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pedagang dan pembeli di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur mendesak pemerintah segera mengambil langkah menurunkan harga daging sapi di pasaran.

Nana, satu pedagang daging sapi di Pasar Kramat Jati mengatakan langkah diperlukan guna menekan lonjakan harga jelang Idul Fitri 2021 pada bulan Mei nanti.

"Kalau bisa segera turun lah harganya, jangan sampai pas lebaran makin mahal. Karena setiap lebaran harga daging pasti naik," kata Nana di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021).

Pasalnya dengan harga daging sapi yang berkisar Rp 120 per kilogram saat ini pedagang sapi sepertinya mengalami penurunan omzet dagang.

Penyebabnya modal dagang mereka tidak mampu membeli daging dari rumah potong hewan (RPH), sementara pembeli mengurangi jumlah belanja.

"Kalau bisa turun jadi di bawah Rp 110 per kilogram, sesuai harga normalnya. Biar pas mau lebaran nanti kenaikan harga enggak parah banget, warga masih bisa belanja," ujarnya.

Baca juga: Wali Kota Tangerang Sebut Penambahan Kasus Covid-19 di Wilayahnya Rata-rata 30 Perhari

Baca juga: Move On dari Felicia Tissue, Kaesang Pangarep Dikabarkan Gandeng Rekan Bisnisnya Nadya Arifta

Baca juga: Sebut Moeldoko Berdarah Dingin Kudeta Demokrat, SBY Menyesal Pernah Kasih Kepercayaan Sewaktu di TNI

Wahyuningsih, satu pembeli daging sapi di Pasar Kramat Jati juga berharap pemerintah segera menyelesaikan masalah kenaikan harga daging.

Sebagai ibu rumah tangga dia mengaku kewalahan saat anaknya meminta masakan olahan daging sapi di saat harga melonjak seperti sekarang.

"Anak-anak di rumah kan minta masakin sop dan lainnya lah, sementara harga daging sapi sekarang mahal banget. Padahal masuk bulan puasa saja belum," tutur Wahyuningsih.

Menurutnya bila harga daging sapi terus melonjak hingga Idul Fitri pada bulan Mei 2021 nanti banyak warga kelabakan memenuhi kebutuhan pangan.

Terlebih harga komoditas pangan lain, di antaranya cabai juga mengalami kenaikan harga sekitar 50 persen sehingga dirasa sangat membebani warga.

"Sekarang semua serba mahal, mau ngurangin belanja satu bahan tapi bahan makanan lainnya mahal. Bingung harus masak apa buat keluarga di rumah," lanjut dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved