Antisipasi Virus Corona di DKI

PPKM Mikro Diklaim Berhasil Turunkan Angka Covid-19, Wagub DKI: Terima Kasih Pak Jokowi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro ampun.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Tribunnews.com/Ferdinand Waskita
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang diterapkan di ibu kota ampuh dalam meminimalisir penyebaran Covid-19.

Selain angka kasus yang cenderung mengalami tren penurunan, Jakarta juga bisa keluar dari zona merah penularan penyakit asal Cina tersebut.

"PPKM Mikro alhamdulillah terjadi penurunan cukup baik. PPKM Mikro membuahkan hasil yang memuaskan bisa menurunkan lagi," ucapnya, Jumat (5/3/2021).

Politisi Gerindra ini mengapresiasi kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Joko Widodo sejak Februari lalu ini.

Sebab, kebijakan PPKM Mikro ala Presiden Jokowi ini ternyata ampuh dalam meminimalisir penularan Covid-19.

"Tidak hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia (penularan Covid-19 menurun). Kami berterima kasih," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Data Dinas Kesehatan, kasus Covid-19 bertambah 2.008 kasus pada Kamis (4/3/2021) kemarin.

Penambahan ini jauh menurun dari sebelumnya, dimana pada periode Januari hingga Februari lalu penambahan kasus harian bisa menyentuh angka 3.500 sampai 4.000 kasus.

Baca juga: Minta Pengendara Motor Tak Serobot Jalur Sepeda, Wagub Riza Patria Singgung Sanksi

Adapun total kasus Covid-19 di DKI hingga saat ini telah menembus angka 345.816.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 332.758 pasien telah sembuh dan 5.657 lainnya meninggal.

Meski ada penurunan angka kasus, Ariza menyebut, pihaknya tak akan lengah. 

Pasalnya, pekan ada ada libur panjang akhir pekan yang dikhawatirkan kembali membuat tren kasus Covid-19 meningkat.

"Kami mengantisipasi libur panjang 11 sampai 12 Maret dan alhamdulillah pemerintah pusat sudah mengambil kebijakan tidak ada cuti," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved