Breaking News:

Wakil Wali Kota Tangsel: Pemkot Serang Sudah 'Bereskan' Penolakan Warga Soal Kerja Sama Buang Sampah

Kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Pemkot Serang sempat terhalang

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM /JAISY RAHMAN TOHIR
Ilustrasi. Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, Pemkot Tangsel sudah membereskan terkait penggunaan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Kerja sama antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Pemkot Serang sempat terhalang penolakan warga.

Seperti diketahui, Pemkot Tangsel bermaksud membuang sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Serang, karena Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang sudah penuh.

Rencananya, sebanyak 400 ton sampah dari Tangsel akan dibuang ke Cilowong setiap hari dengan biaya retribusi Rp 175 ribu per ton.

Namun, warga Serang menolak. Kerugian polusi hingga kekhawatiran longsor menjadi alasannya.

TribunBanten.com merekam penolakan tersebut dari salah seorang warga Kampung Pasir, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Aliyudin, pada akhir Februari 2021 lalu.

"Warga sekitar menolak karena sarana prasarana belum makismal. Kayak bechoe, alat berat, alat yang bisa menahan longsor, mesin pengolahan sampahnya belum makismal."

Baca juga: Bantu Kliennya di Sidang Kasus Harta Waris, Togar Situmorang Sebut Penggugat Mengulur Waktu

"Coba bechoe ada 20, mesin pengolahan ada 30, sehari sampah 1.000 ton bisa diolah. Pasti warga legowo menerimanya kalau sarana dan prasarananya maksimal," kata Aliyudin.

Penolakan serupa disampaikan warga Serang lainnya, Jumaeni. Menurutnya tambahan sampah dari Tangsel terlalu riskan bagi pencemaran lingkungan di sekitar Cilowong.

"Masalah sampah ini yang saya khawatirkan takut terjadi longsor, pencemaran lingkungan."

Baca juga: Ibunda Felicia Tissue Tanggapi Klarifikasi Kaesang Pangarep, Sebut Punya Banyak Bukti: Biar Tau Rasa

"Yang masyarakat takutkan itu kan air lindinya, air lindinya kan ditampung terserap ke tanah," kata Jumaeni.

Saat ditanya mengenai penolakan tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, mengatakan, Pemkot Tangsel sudah membereskannya.

Baca juga: Ibu Kandung di Tangerang Tega Bunuh dan Buang Bayi Hasil Hubungan Gelapnya di Tempat Sampah

"Alhamdulillah sudah selesai. Diselesaikan oleh Pemkot Serang, musyawarahnya sudah diselesaikan," ujar Benyamin di Kantor DPRD Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Senin (8/3/2021).

Melalui jalan musyawarah, Benyamin menyebut warga sekitar TPAS Cilowong sudah luluh dan berkenan menerima pembuangan sampah dari Tangsel.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved