Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Tangsel

7 Anak Disabilitas Yayasan Sayap Ibu Terpapar Covid-19, 5 Karantina di RLC, 2 Dirawat Karena DBD

Tujuh anak disabilitas dari yayasan rehabilitasi anak disabilitas terlantar Sayap Ibu, Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), terpapar Covid-19.

Dokumentasi RLC
Anak disabilitas dari Yayasan Sayap Ibu saat tiba di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel, Serpong, Rabu (17/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Sebanyak tujuh anak disabilitas dari yayasan rehabilitasi anak disabilitas terlantar Sayap Ibu, Bintaro, Tangerang Selatan (Tangsel), terpapar Covid-19.

Selain tujuh anak asuh, 22 pengasuh di yayasan tersebut juga ikut terinfeksi.

Lima anak disabilitas dan 22 pengasuh tersebut dikarantina di Rumah Lawan Covid-19 (RLC) Tangsel.

"Ada 27 pasien dari satu yayasan yang mengelola anak-anak disabilitas. Dari 27 pasien itu lima pasien anak disabilitas, 22 karyawan yayasan tersebut," ujar Koordinator RLC, Suhara Manullang, di lokasi, Rabu (17/3/2021).

Sedangkan, dua anak lainnya harus mendapat penanganan medis intensif di RSUP Fatmawati karena terserang demam berdarah dengue (DBD).

Baca juga: BPOM Belum Keluarkan Rekomendasi Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Pihak kedokteran RSU Tangsel telah memeriksa dua anak disabilitas itu yang bersuhu tinggi.

"Karena menurut kami di tim medis itu mengarah ke demam berdarah," ujar Suhara.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, lima anak disabilitas Sayap Ibu bersama pengasuhnya datang menggunakan mini bus.

Baca juga: 17 Tahun Tsunami Aceh Berlalu, Anggota Brimob Abrip Asep Ditemukan di RSJ Banda Aceh, Ini Kondisinya

Mereka langsung diarahkan ke zona 2 RLC yang bangunannya berupa tenda berkonsep glamour camping (glamping).

Dua anak yang menggunakan kursi roda terlihat dibantu pengasuhnya dan suster dari RLC untuk turun dari mobil.

Baca juga: Sudah Tahu Cara Alami Membersihkan Karang Gigi? 5 Ramuan Tradisional Ini Solusinya

Tujuh anak disabilitas dan 22 pengasuh dari Sayap Ibu itu ditempatkan di klaster Ketapang.

Suhara menjelaskan, pihak RLC bekerja sama dengan pengasuh Yayasan Sayap Ibu untuk mengawasi kelima anak disabilitas yang terpapar Covid-19.

Baca juga: Ayus Kembali Mangkir, Sidang Cerainya dengan Ririe Fairuz Berlanjut 24 Maret

Secara prosedur, mereka akan menjalani karantina selama 14 hari.

"Jadi kita sepakati dari 22 karyawan yayasan yang di rawat di RLC ini yang merawat secara intens mengawasi yang lima anak disabilitas ini. Kami sifatnya memfasilitasi dan men-support segala kebutuhan penanganan mereka," pungkas Suhara.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved