Melihat Rumitnya Proses Pembuatan Tas Eiger Sebelum Dipasarkan: Proses Panjang, Kualitas Teruji
Brand yang dinaungi oleh PT Eigerindo Multi Produk Industri (MPI) ini dikenal sebagai brand lokal yang tak kalah kualitasnya dengan produk luar negeri
Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Wahyu Septiana
Untuk pemotongan tali, Eiger menggunakan mesin pemotong dengan panas sekitr 150 derajat sampai 500 derajat celcius.
Tujuannya agar tali nantinya tak mudah terurai atau berudul.
Proses menjahit sendiri kini dikerjakan oleh ratusan pekerja.
Sebagai informasi, mesin produksi di pabrik ini sebagian menggunakan pemprograman.
Sehingga pegawai tanpa keahlian khusus sebenarnya juga bisa cepat beradaptasi dengan menggunakan teknologi ini.
Mesin akan beroperasi sesuai dengan program, mengikuti komponen yang sudah dirancang.
Baca juga: 2 Kali Gagal di Praperadilan, Kuasa Hukum Rizieq: Sulit Temukan Keadilan saat Dipimpin Hakim Tunggal
Harganya, tak tanggung-tanggung.
Untuk satu mesin di sini kata Adji harganya sekitar puluhan juta sampai Rp 500 juta.
"Total ada 157 mesin. Untuk kerjaan standar internasional harus lakukan itu," ungkapnya.
Selama melakukan proses produksi, para pekerja tak ada yang berbicara, atau mengobrol.
Menurut pengelihatan kami selama kunjungan, tiap pekerja bekerja secara teliti dan serius.
Bahkan, ada target yang harus dituju dalam pembuatan tas setiap jam nya.
Berbagai pengujian juga dilakukan untuk mengetahui apakah barang yang diproduksi sudah memiliki kualitas baik sesuai yang diharapkan atau tidak.
Baca juga: Didampingi Jusuf Kalla, Gubernur Anies Baswedan Bicara Soal Kesetaraan Agama
Beberapa keriteria pengujiannya, antara lain seperti pengujian terhadap ketahanan air, pengujian terhadap cahaya, sampai pengujian terhadap tekanan.
Wah, ternyata prosesnya cukup panjang ya Tribunners.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/produksi-tas-eiger.jpg)