Breaking News:

Wagub DKI Klaim Banyak Perusahaan Antre Beli Saham Perusahaan Bir PT Delta

Ahmad Riza Patria mengklaim, banyak perusahaan yang mengantre mau membeli saham milik Pemprov DKI atas perusahaan bir PT Delta Djakarta Tbk.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Selasa (5/1/2020). Ahmad Riza Patria mengklaim, banyak perusahaan yang mengantre mau membeli saham milik Pemprov DKI atas perusahaan bir PT Delta Djakarta Tbk. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengklaim, banyak perusahaan yang mengantre mau membeli saham milik Pemprov DKI atas perusahaan bir PT Delta Djakarta Tbk.

"Banyak sebetulnya yang mengantre ingin beli (saham PT Delta Djakarta Tbk)," ucap Ariza, Kamis (18/3/2021).

Guna mempercepat proses penjualan saham perusahaan produsen minuman keras ini, Pemprov DKI saat ini tengah menggodok kajian terkait pelepasan 26,25 persen saham PT Delta.

"DPRD sudah menyampaikan minta kajian, kajiannya sedang disiapkan, segera akan disampaikan. Nanti akan didiskusikan," ujarnya di Balai Kota.

Meski tak mendapat restu dari Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, politisi Gerindra ini yakin, para legislator Kebon Sirih bakal mencarikan solusi terkait polemik penjualan saham PT Delta ini.

"Kami serahkan kebijakan pada pimpinan, anggota DPRD yang saya kira sangat mengerti dan bijaksana bagaimana mencari solusi terkait masalah saham PT Delta," kata dia.

Baca juga: Diserang Tetangga karena Kotoran Kucing, Kontrakan Marlina Didatangi Polisi: Jendela Rumah Pecah

Baca juga: Angka Kematian Covid-19 di DKI Jakarta Naik, Wagub Ariza Salahkan Keteledoran Masyarakat

Baca juga: Polisi Gelar Reka Ulang Pembunuhan WNA Jerman dan Istri, Tersangka Manut Jelaskan Kronologi

Untuk diketahui, Pemprov DKI telah melayangkan surat permohonan penjualan saham PT Delta sebanyak empat kali.

Pelaksana tugas (Plt) Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) Riyadi mengatakan, surat pertama sudah dikirim sejak 2018 lalu.

"Surat pertama Mei 2018, yang kedua Januari 2019, yang ketiga Mei 2020," ucapnya, Jumat (5/3/2021).

Halaman
1234
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved