Breaking News:

Komite Pedagang Pasar Tolak Impor Beras: Menyengsarakan Petani

Puluhan orang yang tergabung dalam Komite Pedagang Pasar (KPP) dengan lantang menolak impor beras.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH
Ketua Umum Komite Pedagang Pasar Abdul Rosyid usai menggelar doa bersama dan menolak adanya impor beras, Cakung, Jakarta Timur, Senin (22/3/2021 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Puluhan orang yang tergabung dalam Komite Pedagang Pasar (KPP) dengan lantang menolak impor beras.

Seperti diketahui, beberapa minggu terakhir ini, perihal impor beras sedang ramai diperbincangkan.

Hal tersebut tentunya menuai pro dan kontra di tengah masyarakat.

Tak terkecuali dari Komite Pedagang Pasar yang ikut buka suara.

Melalui doa bersama yang digelar di kawasan Cakung, Jakarta Timur, Ketua Umum Komite Pedagang Pasar Abdul Rosyid mengatakan secara tegas menolak adanya impor beras.

Meski diperuntukan sebagai stok cadangan beras pemerintah di Perum Bulog, Rosyid mengklaim hal ini akan menyengsarakan masyarakat, terutama para petani di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Mulai 25 Maret 2021, 10 Stasiun KRL Ini Tidak Melayani Penumpang yang Beli Tiket di Loket 

"Para pedagang pasar itu menolak adanya impor beras yang akan menyengsarakan petani, sekaligus juga tidak stabilnya harga di pasar perberasan. Sehingga mengakibatkan lonjakan harga yang begitu besar di pedagang dan khususnya di pasar-pasar," katanya di Jakarta Timur, Senin (22/3/2021).

Ia melanjutkan, doa bersama yang digelar dengan protokol kesehatan ketat ini sebagai wujud kepedulian para pedagang pasar terhadap produk lokal.

Memanfaatkan alam Indonesia yang asri dianggapnya jauh lebih baik ketimbang melakukan impor beras dari luar ke dalam negeri.

Baca juga: Aksi Pepet Motor di Tangerang, Curi Barang Korban Sampai Tersungkur Menggunakan Senjata Tajam

"Para pedagang pasar itu menolak impor beras karena banyaknya para petani yang tidak terserap, gabah dan beras yang ada di petani. Dan, khususnya lagi para pedagang di pasar tidak terima adanya beras dari impor atau luar negeri."

"Kita berharap beras bisa diserap sebanyak-banyaknya oleh pemerintah dan tidak ada upaya lagi untuk mengimpor beras," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved