Mengenal iBlastoid, Terobosan Teknologi Riset Infertilitas dan Embrio Manusia

Mengenal iBlastoid, teknologi riset infertilitas dan embrio manusia yang diteliti tim ilmuwan internasional.

Tayang:
Editor: Kurniawati Hasjanah
Freepik
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mengenal iBlastoid, teknologi riset infertilitas dan embrio manusia yang diteliti tim ilmuwan internasional, dipimpin oleh Monash University.

Penelitian kolaboratif yang juga dimuat dalam jurnal Nature berjudul Modelling Human Blastocysts by Reprogramming Fibroblasts into iBlastoids ini dinilai akan merevolusi penelitian lebih lanjut mengenai penyebab keguguran dini, infertilitas, dan studi terkait dengan periode awal perkembangan manusia.

Studi ini dipimpin oleh Profesor Jose Polo dari Institut Penemuan Biomedis (Biomedicine Discovery Institute) dan Institut Kedokteran Regeneratif (Regenerative Medicine Institute), Monash University, dan dibantu oleh Dr Xiaodong (Ethan) Liu, dan mahasiswa Ph.D Monash University, Jia Ping Tan.

TONTON JUGA:

Metode pemodelan embrio manusia dari sel kulit tersebut memungkinkan para ahli untuk membentuk struktur seluler tiga dimensi (3D) yang secara morfologi dan molekul mirip dengan blastokista embrio manusia.

Dikembangkan di Polo Lab, Monash University, tim ilmuwan ini berhasil menciptakan iBlastoid dengan menggunakan teknik yang disebut "pemrograman ulang nuklir".

Teknik ini memungkinkan terjadinya perubahan identitas seluler sel kulit manusia yang – ketika ditempatkan dalam bentuk cetakan 'jelly' 3D yang dikenal sebagai matriks ekstraseluler – dapat disusun menjadi struktur mirip blastokista.

“Ini akan memungkinkan para ilmuwan untuk mempelajari tahap-tahap awal perkembangan manusia dan beberapa penyebab infertilitas, penyakit bawaan, serta dampak racun dan virus pada embrio awal tanpa menggunakan blastokista asli, dan yang terpenting, dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Polo dalam siaran persnya pada Senin (22/3).

Baca juga: Beredar Kabar Irwansyah Meninggal Dunia, Begini Respon Suami Zaskia Sungkar Menanggapinya

Baca juga: Buat Anang & Aurel Menangis, Krisdayanti Spontan Menulis Pesan Haru untuk Pengajian: Ingat Masa Lalu

Hingga saat ini, satu-satunya cara untuk mempelajari asal mula manusia adalah melalui penggunaan blastokista yang langka dan sulit diperoleh melalui prosedur IVF (in-vitro fertilization).

Sekelompok kolaborator peneliti lainnya yang terlibat adalah Jennifer Zenker (Monash University), Profesor Ryan Lister (University of Western Australia), Associate Profesor Owen Rackham (Duke-National University of Singapore), dan Profesor Amander Clark (UCLA).

Lebih lanjut, iBlastoid meniru model genetik dan arsitektur blastokista manusia secara keseluruhan, termasuk struktur yang serupa dengan massa sel bagian dalam, yang terdiri dari sel seperti epiblas, dikelilingi oleh lapisan luar sel serupa dengan trofektoderm dan sebuah rongga yang menyerupai blastocoel.

Meskipun tidak ada preseden legislatif Australia yang mengatur kegiatan penelitian model sel induk terintegrasi blastokista manusia, seperti iBlastoid, semua eksperimen tersebut telah mendapat persetujuan Komite Etika Manusia (Human Ethics)

Monash University sesuai dengan standar hukum Australia dan pedoman internasional.

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya infertilitas dan keguguran adalah karena kegagalan embrio manusia pada tahap awal dalam menanamkan diri atau berkembang pada saat implantasi.

Baca juga: Polisi Amankan Ustadz Gondrong, Pelaku Penggandaan Uang di Bekasi: Begini Kondisi Rumahnya

Baca juga: Ini Cara Cek Pengumuman Hasil SNMPTN 2021, Input Nomor Pendaftaran dan Tanggal Lahir

Kondisi ini kerap terjadi dalam kurun waktu dua minggu pertama setelah fertilisasi.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
1 - 3
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved