Antisipasi Virus Corona di DKI
Wagub DKI: Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka Dalam 2 Bulan ke Depan
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, uji coba pembelajaran tatap muka bakal dilakukan dalam dua bulan ke depan.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, uji coba pembelajaran tatap muka bakal dilakukan dalam dua bulan ke depan.
Nantinya bakal ada 50 hingga 100 sekolah dari semua jenjang, mulai SD hingga SMA yang bakal dibuka dalam uji coba ini.
"Ya mungkin sampai 50 hingga 60, paling banyak 100 sekolah yang akan kita uji coba dalam dua bulan ke depan," ucapnya, Selasa (23/3/2021).
Baca juga: Pemprov DKI Siapkan 50 hingga 100 Sekolah untuk Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka
Meski demikian, dalam waktu dekat ini uji coba pembelajaran tatap muka baru akan dilakukan di tingkat perguruan tinggi.
Setelah uji coba perkulihan tatap muka dinilai sukses, baru Pemprov DKI melalui Dinas Pendidikan bakal membuka sekolah.
"Nanti secara bertahap Dinas Pendidikan sedang menyusun yang pada waktunya kami akan launching uji coba terbatas tatap muka secara offline," ujarnya di Polda Metro Jaya.
"Campuran nanti antara offline dan online tentunya dengan batasan tidak lebih dari 50 persen," tambahnya menjelaskan.
Dikutip dari Kompas.com, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pendidik ditargetkan selesai Juni 2021.
Ia mengatakan, jika vaksinasi dapat diselesaikan, maka belajar tatap muka di sekolah bisa dimulai pada Juli 2021.
Baca juga: Meski Masih Pandemi, Wagub DKI Sebut Pemprov Siap Buka Belajar Tatap Muka di 50 Sampai 100 Sekolah
"Mungkin tidak 100 persen (belajar tatap muka di sekolah), tapi paling tidak bisa saja dua kali seminggu atau tiga kali, atau dalam sistem rotasi, karena protokol kesehatan tetap dijaga," kata Nadiem dilansir dari Kompas TV, Rabu (24/2/2021).
Nadiem mengatakan, vaksinasi Covid-19 ini diprioritaskan untuk tenaga pendidik mulai dari Sekolah Dasar (SD), PAUD, Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi.
Menurut Nadiem, hal tersebut dilakukan dikarenakan semakin muda jenjang pendidikan maka proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) semakin sulit dilakukan.
"Dan mereka yang paling membutuhkan interaksi fisik dan tatap muka. Tapi sekali lagi Walaupun tatap muka pun, itu harus menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kemenkes dan Kemendikbud," ujarnya.
Lebih lanjut, Nadiem mengatakan, sasaran vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pendidik ini mencapai 5,5 juta orang termasuk tenaga pendidik dibawah naungan Kementerian Agama dan swasta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/wagub-dki-ariza-2.jpg)