Breaking News:

Kebakaran Kontrakan di Matraman

Ratusan Permukiman di DKI Jakarta Rawan Kebakaran, Wagub Ariza Minta Warga Lebih Waspada

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, ada ratusan permukiman rawan kebakaran di ibu kota. Totalnya nyaris mencapai 200 titik.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Selasa (5/1/2020). Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, ada ratusan permukiman rawan kebakaran di ibu kota. Totalnya nyaris mencapai 200 titik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyebut, ada ratusan permukiman rawan kebakaran di ibu kota.

Bahkan, total wilayah rawan kebakaran di DKI Jakarta itu nyaris mencapai 200 titik.

Ariza pun meminta seluruh masyarakat, khususnya yang tinggal di lingkungan rawan kebakaran itu untuk lebih berhati-hati.

"Semua warga Jakarta agar waspada, khususnya di 198 RW rawan kebakaran," ucapnya, Jumat (26/3/2021).

Untuk mengurangi wilayah rawan kebakaran ini, Ariza berjanji, Pemprov DKI bakal kembali melakukan penataan dan pembenahan di permukiman warga yang padat penduduk.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Kamis (4/3/2021).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Kamis (4/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

"Kami terus melakukan penataan kampung dan kota agar lebih bersih, rapi, tertata, dan lebih lestari," ujarnya.

Politisi Gerindra ini pun mengingatkan masyarakat untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kebakaran sejak dini.

Baca juga: Kabar Gembira, Masjid Istiqlal Berencana Gelar Salat Tarawih dengan Prokes

Baca juga: Pria Plontos Ngamuk di Kalimalang Bekasi Bersedia Ganti Rugi, Sempat Dilaporkan ke Polisi

Baca juga: Info BMKG: Hujan Guyur Jakarta Siang Hari dan Cuaca di Bodetabek Sabtu 27 Maret 2021

Caranya dengan memperhatikan benda-benda elektronik yang bisa memicu terjadinya korsleting listrik.

"Agar diperhatikan yang pertama kompor, kabel-kabel listrik harus SNI, kemudian listrik, semua diperhatikan," kata Ariza.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved