Warga Nahdliyin Jakut Dukung Marullah Matali Pimpin NU DKI Jakarta
NU Jakarta Utara mendukung Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali menjadi ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah (PW) NU DKI Jakarta.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Septiana
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Keluarga Besar Nadhlatul Ulama (NU) Jakarta Utara mendukung Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali menjadi ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah (PW) NU DKI Jakarta.
Marullah dinilai sebagai orang yang tepat memimpin NU DKI Jakarta karena latar belakangnya putra asli daerah.
Dukungan mengalir dari berbagai tokoh NU Jakarta Utara, dua di antaranya disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Jakarta Utara KH Agus Muslim dan Ketua Rais Syuriyah PCNU Jakarta Utara KH Nasihin Zain.
Marullah dinilai bisa membangkitkan NU karena sosoknya yang mengenal Betawi.
"Beliau yang lebih mengenali Betawi, bisa membangkitkan NU di DKI Jakarta," kata Agus Muslim dalam kegiatan bertema NU dan Sejarah Kebudayaan Betawi di Kantor Sekretariat NU Jakarta Utara, Minggu (28/3/2021).
Selain itu, dukungan juga datang dari perwakilan NU dari enam kecamatan di Jakarta Utara yang termasuk dalam Majelis Wakil Cabang (MWC).
Ketua MWC NU Kecamatan Tanjung Priok, Danil Abadi menyatakan, meski tidak memiliki hak pilih, pihaknya mendukung secara penuh Marullah sebagai calon pemimpin NU DKI Jakarta.
Sepemikiran dengan MWC NU Cilincing, Danil menilai Marullah sebagai tokoh Islam birokrat sehingga tepat memimpin warga Nahdliyin se-Jakarta.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia, Dinkes Kota Bekasi Sasar Calon Jemaah Haji
Baca juga: 4 Orang Diamankan di Bima Terkait Aksi Teror, Ledakan di Gereja Katedral dari Bom Panci
"Beliau ini figur kiyai birokrat yang tepat untuk memimpin PWNU. Kami MWC Tanjung Priok sepenuhnya mendukung kyiai Marullah," kata Danil.
Mendapat dukungan yang mengalir dari NU Jakarta Utara, Marullah mengaku bersyukur.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa dirinya maju sebagai calon ketua Tanfidziyah NU DKI Jakarta bukan cari-cari kerjaan belaka.
NU sudah dianggapnya seperti rumah sendiri, terutama karena pribadinya yang asli Betawi.
"NU itu rumah besar saya. Orang Betawi sejak kecil seperti saya sudah diajarkan cara ibadah NU. Artinya NU dan Betawi sudah keterkaitan," ucap Marullah.
Dirinya berharap jajaran NU mulai dari tingkat wilayah hingga ranting kembali menghidupkan pertemuan rutin lailatul ijtima hingga tingkat ranting.
Bila lailatul ijtima sudah terlaksana secara rutin di setiap tingkatan pengurus NU DKI Jakarta, dipastikan akan berdampak menghidupkan seluruh masjid.
"Besok-besok NU menjadi hebat karena kita sama-sama. Mudah-mudahan saya sebagai Sekda ada manfaatnya bagi NU," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/sekda-dki-jakarta-marullah-matali.jpg)