Breaking News:

Moeldoko Khilaf pada Istri dan Keluarga saat Mau Jadi Ketum Demokrat, Akui Tak Mau Bebani Presiden

Moeldoko ternyata tidak memberitahu istri dan keluarganya saat menerima tawaran menjadi Ketua partai berlambang mercy itu.

Editor: Kurniawati Hasjanah
(KOMPAS.com/Haryantipuspasari)
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (purn) Moeldoko di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/6/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM -  Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Moeldoko, mengakui perbuatan terhadap istri.

Moeldoko ternyata tidak memberitahu istri dan keluarganya saat menerima tawaran menjadi Ketua partai berlambang mercy itu.

KLB Partai Demokrat digelar, Jumat (5/3/2021) di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Saya juga khilaf sebagai manusia biasa tidak memberitahu kepada istri dan keluarga saya atas keputusan yang saya ambil," kata Moeldoko melalui postingan instagram miliknya dr_Moeldoko, Minggu (28/3/2021).

TONTON JUGA:

Moeldoko mengatakan, dirinya merupakan tipikal orang yang berani mengambil risiko.

Dia juga meyakini keputusannya menerima tawaran menjadi Ketua Umum Partai Demokrat adalah hal yang benar.

"Terhadap persoalan yang saya yakini benar dan itu atas otoritas pribadi yamg saya miliki maka saya tidak mau membebani presiden. Untuk itu jangan bawa-bawa presiden dalam persoalan ini," ujarnya.

Bicara soal panglima dan komandan lapangan

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko berbicara soal panglima dan komandan lapangan saat berpidato di depan peserta Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang diinisiasi Jhoni Allen Marbun Cs.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved