Penangkapan Terduga Teroris

Bengkel Terduga Teroris di Bekasi Sering Tutup Jika Ada Aksi Terkait 212

Dua terduga teroris yang berprofesi sebagai pekerja bengkel di Bekasi sering menutup bengkel jika ada aksi

Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Spanduk Bengkel Sinergy Motor di Jalan Serang Cibarusah lokasi penggeledahan dan penangkapan terduga teroris, Senin (29/3/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM.COM, BEKASI - Dua terduga teroris yang berprofesi sebagai pekerja bengkel di Bekasi sering menutup bengkel jika ada aksi berkaitan aksi 212.

Keterangan tersebut disampaikan oleh tetangga terduga teroris tersebut.

Penangkapan terduga teroris di Kampung Kandang, Jalan Raya Cikarang-Cibarusah RT 007/RW 04 Desa Sukasari, Serang Baru, Kabupaten Bekasi tak disangka warga setempat.

Pasalnya, sejauh ini tidak ada aktivitas mencurigakan yang dilakukan terduga teroris tersebut.

Baca juga: Duel Berdarah Dipicu Dendam Pribadi Usai Setelah Keduanya Luka Parah Akibat Saling Bacok

Tetangga kontrakan terduga teroris, Aris (50) mengaku terkejut atas kejadian penangkapan terduga teroris di wilayahnya.

"Kaget aja sih, orang kita kemarin itu lagi layanin orang yang belanja tiba-tiba polisi pakaian preman sama Brimob pada dateng, ada apa ya?" katanya, Selasa (30/3/2021).

Dia mengatakan, lokasi penangkapan terduga teroris itu merupakan bengkel mobil berikut satu rumah kontrakan  di belakang bengkel mobil.

Bengkel mobil itu bernama Bengkel Sinergy Motor.

Sehari-hari bengkel mobil tersebut dioperasikan oleh dua pria bernama Agus dan Amir.

"Ada dua orang yang di sini, Agus itu montirnya kalau Amir yang bantuin. Kalau pemilik bengkelnya itu Yanto. Yang kemarin ditangkap itu Amir," katanya.

Dia menambahkan, Agus merupakan montir utama yang sejak awal sudah bekerja di bengkel tersebut.

"Kalau yang bantuin gonta-ganti, Agus yang dari awal, kalau Amir agak baru," ujarnya.

Aris membuka toko sparepart mobil tepat di bengkel mobil terduga teroris.

Dia mengaku, tidak terlalu mengetahui kegiatan lainnya selain pelaku terduga teroris itu menjadi montir di bengkel tersebut.

"Kalau sehari-hari biasa aja sih, dia kan sering belanja sparepart juga di tempat saya, udah paling sebatas itu aja," katanya.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved