Breaking News:

Wanita Tunarungu Korban Pelecehan

BREAKING NEWS Wanita Tunarungu Dicekoki Miras di Kuburan Lalu Diduga Diperkosa Oknum Hansip

Wanita tuna rungu berinisial NS (20), dicekoki minuman keras lalu diduga diperkosa oleh oknum anggota Linmas

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
KOMPAS.COM
Ilustrasi pemerkosaan. Terbaru, seorang wanita tunarungu dicekoki miras di kuburan lalu diduga diperkosa oknum hansip. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Wanita tuna rungu berinisial NS (20), dicekoki minuman keras lalu diduga diperkosa oleh oknum anggota Linmas di sebuah pemakamakan daerah Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Kuasa Hukum NS dari Lembaga Bantuan Hukum GMBI Herli mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 17 Maret 2020 lalu sekira pukul 02.00 WIB di sebuah kompel pemakaman.

"Kejadian dilakukan di pemakaman atau kuburan, di situ korban diduga diperkosa oleh pelaku," kata Herli saat dikonfirmasi, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Kericuhan Warnai Penertiban Bangunan di Tebet, Kasatpol PP Jaksel Tegaskan Sudah Layangkan SP 3

Kronologis kejadian berdasarkan pengakuan korban lanjut Herli, dia dibawa oleh terduga pelaku di makam daerah Duren Jaya.

Di sana, dia dicekoki minuman yang diduga alkohol hingga membuatnya mabuk.

Setelah itu, aksi pemerkosaan terjadi.

Baca juga: Diduga Lupa Matikan Lilin, Si Jago Merah Luluhkan Rumah Wanita Paruh Baya di Depok

"Dari pengakuan korban seperti itu, di diminumi diduga miras entah dicampur sesuatu atau apa, sehingga dia mabuk, barulah kejadian tersebut (pemerkosaan) terjadi," tuturnya.

Herli memastikan, kasus dugaan perkosaan ini sudah dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota dengan Nomor: STPL/773/K/III/2021/SPKT/Restro Bks Kota.

Laporan polisi dilayangkan pada, Jumat 19 Maret 2021 lalu. Terlapor dalam kasus ini berinisial S alias Bule, seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai Linmas (Hansip).

"Jadi orangtua korban datang ke kami, karena kami merasa tersentuh agar membantu kami mengarahkan agar segera diproses (hukum)," terang Herli.

Baca juga: Penertiban Bangunan di Tebet Ricuh, Oknum Petugas Satpol PP Pukul Warga

Adapun setelah proses laporan, korban sudah menjalani visum untuk kebutuhan penyelidikan serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi agar didampingi dalam proses hukum.

"Korban sudah di BAP (Berita Acara Pemeriksaan), didampingi PPDI (Perhimpunan Penyandang Disabilitas) sama DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak)," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved