Teroris Serang Mabes Polri

7 Fakta Terduga Teroris Serang Mabes Polri: Berideologi ISIS hingga Tulis Nama Ahok di Surat Wasiat

Terduga teroris perempuan berinisial ZA nekat menerobos gedung Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Suasana di Mabes Polri setelah diserang terduga teroris pada Selasa (31/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Terduga teroris perempuan berinisial ZA nekat menerobos gedung Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) sore.

Perempuan berusia 25 tahun melepaskan beberapa tembakan ke arah polisi yang ada di pos jaga.

Pada akhirnya, ZA tewas setelah polisi melakukan tindakan tegas dan terukur.

ZA langsung ambruk seketika seusai terkena timah panas.

Berikut adalah sejumlah fakta terkait aksi penyerangan di Mabes Polri.

1. Masuk dari Pintu Belakang

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan cara terduga teroris ZA masuk ke Gedung Mabes Polri.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menggelar konferensi pers seudai melakukan pertemuan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2021). Dalam kunjungannya Kapolri kali ini merupakan bentuk silaturahmi antara Polri dengan ormas-ormas islam yang ada dan mampu bersinergi untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menggelar konferensi pers seudai melakukan pertemuan di kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2021). Dalam kunjungannya Kapolri kali ini merupakan bentuk silaturahmi antara Polri dengan ormas-ormas islam yang ada dan mampu bersinergi untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (Tribunnews/Jeprima)

Listyo menjelaskan, pelaku ZA memasuki Mabes Polri sekitar pukul 16.30 WIB.

"Kurang lebih pukul 16.30 WIB ada seorang wanita yang berjalan masuk dari pintu belakang," kata Kapolri saat menggelar konferensi pers.

Setelahnya, ZA yang mengenakan baju hitam dan kerudung berwarna biru berjalan menuju pos gerbang utama Mabes Polri.

Warga Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur itu berjalan sambil membawa map berwarna kuning.

2. Pura-pura Tanya Kantor Pos

Sebelum melakukan penyerangan, terduga teroris ZA pura-pura bertanya lokasi kantor pos.

Petugas pos jaga kemudian memberikan pelayanan dan mengarahkan ZA ke kantor pos yang dimaksud.

Wanita terduga teroris penyerang Mabes Polri yang tewas setelah dilumpuhkan pada Rabu (31/3/2021). Menurut saksi mata ada dua terduga teroris berkelamin wanita dan laki-laki.
Wanita terduga teroris penyerang Mabes Polri yang tewas setelah dilumpuhkan pada Rabu (31/3/2021). Menurut saksi mata ada dua terduga teroris berkelamin wanita dan laki-laki. (Istimewa/TribunJakarta.com)

Gerak-gerik ZA saat pura-pura bertanya di pos jaga terekam salah satu CCTV di Mabes Polri.

Video rekaman CCTV itu kemudian viral di media sosial.

"Wanita tersebut kemudian meninggalkan pos tersebut, tapi yang bersangkutan kembali dan melakukan penyerangan terhadap anggota di pos jaga," imbuh Listyo.

3. Lepaskan 6 Tembakan

Kapolri mengungkapkan terduga teroris ZA melepaskan enam tembakan saat melakukan aksi teror di Mabes Polri.

Keenam tembakan itu seluruhnya diarahkan kepada petuga kepolisian.

"Yang bersangkutan melakukan penembakan sebanyak enam kali," ucap Listyo.

Beredar video rekaman CCTV di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (31/3/2021).
Beredar video rekaman CCTV di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu (31/3/2021). (Istimewa)

Dua tembakan di antaranya diarahkan ke petugas yang berada di pos jaga. Dua tembakan lainnya menyasar petugas di luar pos jaga.

"Kemudian menembak (dua kali) lagi ke anggota di belakangnya," kata Kapolri.

Melihat hal itu, polisi tidak tinggal diam. ZA langsung dilumpuhkan dengan sekali tembakan.

4. Berideologi Radikal ISIS

Jenderal Listyo menyebut terduga teroris ZA sebagai lone wolf dan memiliki ideologi radikal ISIS.

Hal itu, jelas Listyo, dibuktikan dengan postingan ZA di akun media sosial pribadinya.

Baca juga: Sama-sama Minta Keluarga Jauhi Riba, Ini Beda Wasiat Penyerang Mabes Polri & Pelaku Bom Makassar

"Dari asil profiling yang bersangkutan ini adalah tersangka atau pelaku lone wolf berideologi radikal isis yang dibuktikan dengan postingan YBS di sosial media," ungkapnya.

5. Posting Bendera ISIS di Instagram

Beberapa jam sebelum menyerang Mabes Polri, terduga teroris ZA ternyata sempat mem-posting sebuah foto di akun Instagram pribadinya.

Dari foto itu lah polisi menyimpulkan bahwa ZA memiliki ideologi radikal ISIS.

Baca juga: Teka-teki Sosok Pria Antar Wanita Penyerang Mabes Polri, Pakai Mobil Warna Silver

"Yang bersangkutan memiliki Instagram yang baru dibuat atau pun diposting 21 jam lalu di mana di dalamnya ada bendera ISIS," ujar Listyo.

Dalam postingan tersebut, kata Kapolri, Zakiah juga menuliskan kata-kata tentang jihad.

"Ada tulisan terkait masalah bagaimana perjuangan jihad," ucap dia.

6. Dikenal Tertutup dan Jarang Bergaul

Tetangga terduga teroris bernama Bambang Sumarjono mengungkapkan bahwa ZA dikenal tertutup dan jarang bergaul.

Menurut dia, ZA lebih sering menghabiskan waktu di dalam rumah.

"Saya juga kurang paham karena anaknya kurang bergaul dan diam di dalam rumah mulu, tertutup," kata Bambang.

Bambang, selaku tetangga sebelah rumah terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021)
Bambang, selaku tetangga sebelah rumah terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Ia menambahkan, ZA jarang bergaul lantaran tidak memiliki banyak teman yang seumuran dengan dengannya.

"Dari kecil jarang keluar karena memang teman seumuran dia jarang di sini," ujar dia.

7. Tulis Surat Wasiat

Kapolri mengatakan pihaknya menemukan sebuah surat wasiat saat menggeledah rumah terduga teroris ZA di Kelapa Dua Wetan Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam surat wasiat tersebut, Zakiah menyampaikan permintaan maaf kepada orangtua dan keluarganya.

Surat wasiat terduga teroris penyerang Mabes Polri.
Surat wasiat terduga teroris penyerang Mabes Polri. (TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim)

"Wahai mamaku, maafin Zakiah yang belum pernah membalas pemberian keluarga. Mama, ayah jangan lupa senantiasa beribadah kepada Allah SWT, dan jangan tinggalkan sholat. Semoga Allah kumpulkan kembali keluarga di surga.

Mama, sekali lagi Zakiah minta maaf. Zakiah sayang banget sama mama. Tapi Allah lebih menyanyangi hamba-Nya. Makanya Zakiah tempuh jalan ini, sebagaimana jalan Nabi/Rasul Allah untuk selamatkan Zakiah dan dengan izin Allah bisa memberi syafaat untuk mama dan keluarga di akhirat.

Pesan Zakiah untuk mama dan keluarga berhenti berhubungan dengan bank (kartu kredit) karena itu riba dan tidak diberkahi allah. Pesan berikutnya agar mama berhenti bekerja menjadi dawis yang membantu kepentingan pemerintah thagut. 

Pesan berikutnya untuk kaka agar di rumah cibubur juga dede dan mama ibadah kepada allah dan tinggalkan penghasilan dari yang tidak sesuai ajaran islam. Serta tinggalkan kepercayaan kepada orang-orang yang mengaku punya ilmu, dekati ustad/ulama, tonton kajian dakwah, tidak membanggakan kafir Ahok dan memakai hijab kak. Allah yang akan menjamin rizki kak . Maaf ya kak , Zakiah tidak bisa membalas semua pemberian kaka.

Untuk mba leli agar memperhatikan jaga mama ya mba . Untuk bapa jangan tinggalkan ibadah shalat lima waktu . Maafin ya mba, pa kalau ada salah lisan dan lainnya. Jaga mama ayah, dede baik-baik.

Mama, ayah semua .... di samping itu adalah tingkatan amalan. Insya allah dengan karunia allah amalan jihad zakiah akan membantu memberi syafaat kepada keluarga di akhirat. Jihad adalah amalan tertinggi dalam islam.

Baca juga: Polisi Bersenjata Jaga Setiap Markas di Kabupaten Tangerang, Polantas Wajib Pakai Rompi dan Helm

Baca juga: ISI Surat Wasiat Diduga Milik Penyerang Mabes Polri, Jauhi Pakai Kartu Kredit, Singgung Nama Ahok

Inti pesan Zakiah kepada mama dan keluarga adalah agar tidak mengikuti kegiatan pemilu karena orang-orang yang terpilih itu akan membuat hukum tandingan Allah bersumber Al-Quran As-Sunnah.

Demokrasi, Pancasila, UUD, pemilu berasal dari ajaran kafir yang jelas musyrik. Zakiah nasehatkan kepada mama dan keluarga agar semuanya selamat dari fitnah dunia yaitu demokrasi, pemilu, dan tidak murtad tanpa sadar.

Sekali maafkan Zakiah ma, ayah, kaka, mba leli, ka effa, dede, baim, kevin semuanya. Maafkan bila ada salah kata dan perbuatan. Semoga Allah kumpulkan kembali di surga-Nya. Amin. Zakiah Aini."

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved