Breaking News:

Ibu Hamil di Ciracas Kena Peluru Nyasar

Uji Balistik Peluru Kasus Penembakan Ibu Hamil di Ciracas Butuh Waktu Satu Minggu

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan mengatakan belum dapat memastikan jenis peluru

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Korban penembakan, Anah (jilbab merah) pingsan saat pulang ke rumahnya di Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (28/3/2021).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Polrestro Jakarta Timur belum dapat memastikan jenis peluru yang mengenai Anah (41), ibu hamil warga Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas.

Kapolrestro Jakarta Timur Kombes Pol Erwin Kurniawan mengatakan belum dapat memastikan jenis peluru yang bersarang di paha kanan Anah karena menunggu hasil uji balistik.

"Labfor (Pusat Labolatorium Forensik) membutuhkan waktu satu minggu untuk mendapatkan hasil (pemeriksaan) dari proyektil tersebut," kata Erwin saat dikonfirmasi di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (1/4/2021).

Lama waktu uji balistik guna membantu proses penyelidikan terhitung saat jajaran Satreskrim Polrestro Jakarta Timur pada Senin (29/3/2021) ke Puslabfor Polri.

Proyektil peluru tersebut diangkat dari tubuh Anah lewat operasi yang dilakukan tim dokter RS Polri Kramat Jati pada Jumat (26/3/2021) lalu saat Anah masih dirawat inap.

"Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui jenis, kaliber, maupun jenis daripada senjata yang digunakan. Kita tunggu saja hasil pemeriksaannya," ujarnya.

Erwin menuturkan hingga kini jajarannya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan yang menimpa Anah pada Rabu (24/3/2021) sekira pukul 10.20 WIB.

Namun hingga kini belum ada titik terang terkait kasus penembakan yang menimpa Anah saat hendak bertugas mengontrol jentik nyamuk di permukiman warga.

"Tentunya kami masih menunggu, karena tenaga ahli dari Labfor tentu kami tidak bisa berkesimpulan, sebelum tenaga ahli, saksi ahli tersebut menyatakan jenis dan kaliber senjata," tuturnya.

Sebagai informasi, Anah jadi korban penembakan saat hendak bertugas mengontrol jentik nyamuk di satu klaster perumahan warga bersama dua kader Jumantik warga RT 09/RW 09.

Ketika membuka pintu pagar perumahan dia dan dua rekannya mendengar suara letupan senjata api dari arah berlawanan mereka datang, namun saat menoleh mereka tak mendapati siapa pun.

Beberapa saat letupan terdengar, Anah yang sedang mengandung anak ketiganya merasakan nyeri di bagian paha kanan lokasi peluru bersarang disusul pendarahan cukup parah.

Baca juga: Perayaan Paskah, Gereja di Kota Tangerang Dapat Pengamanan Ekstra dari Petugas Gabungan

Baca juga: Filler Payudara jadi Petaka, Niat Wanita Tampil Menawan Justru Keluar Nanah hingga Harus Dioperasi

Baca juga: ZA, Pelaku Penyerangan Mabes Polri Kuliah 4 Semester di Kampus Gunadarma Depok

Zul Zetri (51), saksi mata kejadian mengatakan buruknya pendarahan mengakibatkan Anah nyaris jatuh sehingga harus dibopong kedua kader Jumantik lainnya.

"Pas kejadian itu saya baru mau keluar rumah. Tiba-tiba korban itu teriak depan pagar, teriak 'tolong saya, tolong saya, saya tertembak' begitu," kata Zul, Jumat (26/3/2021).

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved