Sekolah Tatap Muka Juli 2021, Guru di Kota Tangerang yang Sudah Divaksin Covid-19 Baru 50 Persen

Baru sekira 50 persen guru SD dan SMP se-Kota Tangerang yang sudah divaksinasi Covid-19 sampai Kamis (1/4/2021).

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Vaksinasi guru di SMPN 11 Tangsel, Serpong, Selasa (2/3/2021) - Baru sekira 50 persen guru SD dan SMP se-Kota Tangerang yang sudah divaksinasi Covid-19 sampai Kamis (1/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang kebut proses vaksinasi Covid-19 untuk tenaga pengajar se-Kota Tangerang.

Hal tersebut menyusul rencana kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di Kota Tangerang yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Juli 2021.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaludin menjelaskan, baru sekira 50 persen guru SD dan SMP se-Kota Tangerang yang sudah divaksinasi Covid-19 sampai Kamis (1/4/2021).

"Sudah 50 persen guru-guru yang baru divaksin Covid-19," jelas Jamaludin saat dikonfirmasi kemarin, Kamis (1/4/2021).

Ia menyebutkan, total ada sekira 21 ribu tenaga pengajar di Kota Tangerang dan baru setengahnya yang divaksin.

Simulasi KBM hybrid di SMPN 255, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (30/3/2021).
Simulasi KBM. (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH)

Jamaludin berharap, seluruh guru SD dan SMP se-Kota Tangerang telah divaksin pada bulan April 2021 atau Mei 2021.

Sebab, rencananya, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada bulan Juli 2021 mendatang.

Baca juga: Jumat Agung, Umat Kristiani yang Mau ke Gereja Katedral Bisa Parkir Kendaraan di Masjid Istiqlal 

Baca juga: Sarana dan Prasarana Sudah Disiapkan, Kota Tangerang Siap Menyongsong Sekolah Tatap Muka

Baca juga: Sekuriti Sekolah di Tangsel Sakit dan Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Jamaludin mengatakan, pihaknya siap melaksanakan sekolah tatap muka sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Kami bulan Juli mendatang akan ada PTM, sesuai instruksi pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ya," kata Jamaludin.

Ssjak kemarin-kemarin, Dinas Pendidikan ternyata sudah melakukan diskusi dengan seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Tangerang.

Berdasarkan diskusi tersebut, semua sekolah diklaim sudah siap dalam bentuk sarana dan prasarana yang menunjang KBM tatap muka.

"Mereka sudah mengantisipasi, jadi secara berkala dibersihkan dan disterilisasi dulu. Kemudian alat kesehatan yang berkaitan untuk tatap muka juga disiapkan," ungkap Jamaludin.

Sementara, untuk skema penerapan KBM untuk SD dan SMP masih dalam tahap pematangan.

Lantaran, terdapat beberapa pilihan seperti, dalam satu pekan dilaksanakan dua hari tatap muka.

Atau, dalam dua pekan hanya dilakukan satu kali pertemuan secara tatap muka dan seterusnya.

"Bisa juga setengah-setengah siswa yang masuk sama yang di rumah. Ini masih belum diputuskan," tutup Jamaludin. 

Baca juga: Sarana dan Prasarana Sudah Disiapkan, Kota Tangerang Siap Menyongsong Sekolah Tatap Muka

Kota Tangerang Siap Menyongsong Sekolah Tatap Muka

Dinas Pendidikan Kota Tangerang mengklaim telah siap melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka saat pandemi Covid-19.

Rencananya, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan pada bulan Juli 2021 mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaludin mengatakan, pihaknya siap melaksanakan sekolah tatap muka sesuai arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Kami bulan Juli mendatang akan ada PTM, sesuai instruksi pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ya," kata Jamaludin saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (1/4/2021).

Ssjak kemarin-kemarin, Dinas Pendidikan ternyata sudah melakukan diskusi dengan seluruh kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Tangerang.

Pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 2 Kota Bekasi Senin (22/3/2021).
Ilustrasi pembelajaran tatap muka. (TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR)

Berdasarkan diskusi tersebut, semua sekolah diklaim sudah siap dalam bentuk sarana dan prasarana yang menunjang KBM tatap muka.

"Mereka sudah mengantisipasi, jadi secara berkala dibersihkan dan disterilisasi dulu. Kemudian alat kesehatan yang berkaitan untuk tatap muka juga disiapkan," ungkap Jamaludin.

Sementara, untuk skema penerapan KBM untuk SD dan SMP masih dalam tahap pematangan.

Lantaran, terdapat beberapa pilihan seperti, dalam satu pekan dilaksanakan dua hari tatap muka.

Baca juga: Sekuriti Sekolah di Tangsel Sakit dan Meninggal Usai Divaksin Covid-19, Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Gejala dan Ciri-ciri Awal Kanker Ovarium, Tidak Berselera Makan hingga Sering Buang Air Kecil

Baca juga: Ribuan Anggota Keluarga TNI AU Terima Vaksinasi Covid-19 di Lanud Halim Perdanakusuma

Atau, dalam dua pekan hanya dilakukan satu kali pertemuan secara tatap muka dan seterusnya.

"Bisa juga setengah-setengah siswa yang masuk sama yang di rumah. Ini masih belum diputuskan," tutup Jamaludin. 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved