Bocah Perempuan Korban Pencabulan Tewas

Sempat Lega Bukan Covid-19, Keluarga Lebih Kaget Tewasnya Balita Ada Keterlibatan Kakek Tiri

Sempat lega bukan karena Covid-19, keluarga justru lebih kaget bahwa penyebab kematian KO (7) akibat ulah cabul kakek tirinya.

Tayang:
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Elga H Putra
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Ilustrasi borgol. Sempat lega bukan karena Covid-19, keluarga justru lebih kaget bahwa penyebab kematian KO (7) akibat ulah cabul kakek tirinya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Sempat lega bukan karena Covid-19, keluarga justru lebih kaget bahwa penyebab kematian KO (7) akibat ulah cabul kakek tirinya.

Awalnya, KO diduga terpapar Covid-19 hingga akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya.

Pasalnya, KO mengalami gejala sesak nafas dan mengeluhkan rasa sakit di kemaluannya.

Setelah dibawa ke klinik, puskesmas, hingga rumah sakit kecamatan, kondisi KO terus menurun.

Akhirnya, korban dirujuk ke RSUP Persahabatan, Jakarta Timur.

Bocah berusia tujuh tahun itu tewas dengan kondisi adanya luka cukup parah di bagian kemaluannya.

Baca juga: Istri Terduga Teroris Terlilit Utang, Hati Jokowi Tersentuh hingga Kirim Utusan Antarkan Uang

Polisi yang mengusut kasus itu menemukan bukti bahwa penyebab KO karena ulah dari kakek tirinya sendiri.

Kronologi Kematian Korban

KO tutup usia pada Selasa (30/3/2021) lalu dengan kondisi luka parah di bagian alat vitalnya.

Korban meregang nyawa setelah sempat dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan.

Baca juga: Dikira Ikhlas Garap Lahan Warisan Nenek, Emosi Dua Sepupu Akhirnya Meledak, Satu Tewas

Baca juga: Densus 88 Tangkap Penjual Senjata kepada Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri

Baca juga: 11 Hari Remaja Bunuh 2 Wanita, Gunakan Soda dan Obat Flu Saat Beraksi, Modusnya karena Incar Ini

Suatu pagi pada pekan lalu, KO mengalami gejala sesak nafas dan mengeluhkan rasa sakit di kemaluannya.

Korban meninggal dunia dengan dugaan awal terjangkit Covid-19.

Demi memastikan dugaan itu, pihak rumah sakit lantas melakukan tes dan menyatakan korban negatif Covid-19.

Keluarga korban yang berada di rumah sakit sempat lega sejenak mengetahui jenazah bocah perempuan itu akhirnya bisa dibawa pulang.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved