Breaking News:

Pengikut Habib Rizieq Tewas

Aziz Yanuar: Siapa Komandan Dua Polisi Tersangka Penembak Anggota Laskar FPI?

Aziz Yanuar mempertanyakan identitas dua anggota Polri yang tidak dipublikasikan dan sosok komandan dua anggota tersebut.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Mantan Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI, Aziz Yanuar saat memberi keterangan terkait kasus unlawful killing yang menewaskan empat anggota laskar FPI di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (7/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Penyidikan Bareskrim Polri atas kasus unlawful killing yang menewaskan empat anggota laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020 lalu dipertanyakan.

Setelah Polri menyatakan dua anggota mereka jadi tersangka berdasar hasil gelar perkara penyidik Bareskrim dan dijerat pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jo pasal 351 ayat 3 KUHP.

Mantan Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI, Aziz Yanuar mengatakan pihaknya mempertanyakan identitas dua anggota Polri yang tidak dipublikasikan dan sosok komandan dua anggota tersebut.

"Kita bertanya, bertanya siapa komandannya? Mobil di situ ada banyak, mobil siapa saja. Kemudian juga selain itu nama-namanya (dua tersangka anggota) tidak disebut," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (7/4/2021).

Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar saat memberi keterangan terkait tanggapan JPU atas eksepsi kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021).
Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar saat memberi keterangan terkait tanggapan JPU atas eksepsi kasus dugaan tindak pidana karantina kesehatan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Komandan dimaksud yakni sosok memberi perintah penembakan, menurutnya kedua anggota Polri yang jadi tersangka tidak asal bertindak tanpa adanya perintah dari pimpinan.

Merujuk hasil penyelidikan Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam laskar FPI, menurutnya saat penembakan terdapat sejumlah anggota Polri di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

"Kalau dari saksi-saksi yang ada di kilometer 50 itu ada beberapa. Ada sopir truk yang melihat kalau memang ada satu tim, ada banyak, bukan cuman dua itu," ujarnya.

Baca juga: Razia Kamar Warga Binaan di Rutan Depok, Petugas Temukan Benda Terlarang

Baca juga: Gerebek Rumah Terduga Teroris di Jagakarsa, Densus 88 Sita Ketapel hingga Atribut FPI

Baca juga: Tangsel Satu-satunya Zona Merah di Pulau Jawa, Dinkes: Data Satgas Covid-19 Nasional Tidak Sinkron

Aziz menuturkan untuk sekarang pihaknya belum bisa menyatakan percaya dengan hasil penyidikan, namun dia menyerahkan hal tersebut kepada Polri yang berwenang melakukan penyidikan.

Hal ini menyusul pertemuan TP3 Enam laskar FPI saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo Istana Kepresidenan membahas penanganan kasus pada Selasa (9/3/2021) lalu.

"Saya belum bisa katakan percaya atau enggak, tapi kita lihat saja. Karena memang kan sesuai dengan arahan dari Komnas HAM dan juga pak Presiden memang Polri yang bertugas untuk itu," tuturnya.

Pengusutan perkara oleh Polri ini berdasar hasil investigasi Komnas HAM yang menyimpulkan tewasnya empat dari enam anggota laskar FPI merupakan pelanggaran HAM.

Alasannya keempat anggota laskar FPI tewas ketika dalam penanganan aparat kepolisian, sehingga merekomendasikan agar penanganan kasus dilanjutkan ke tahap pengadilan pidana.

Karopenmas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan awalnya ada tiga anggota jadi terlapor, tapi penyelidikan terhadap anggota berinisial EPZ dihentikan karena EPZ meninggal dalam kecelakaan lalu lintas.

Baca juga: Razia Kamar Warga Binaan di Rutan Depok, Petugas Temukan Benda Terlarang

"Penyidik telah melaksanakan gelar perkara terhadap peristiwa Kilometer 50 dan kesimpulan dari gelar perkara yang dilakukan maka status dari terlapor tiga tersebut dinaikkan menjadi tersangka," kata Rusdi, Selasa (6/4/2021).

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Septiana
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved