Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka

Hari Pertama Sekolah Tatap Muka, Orangtua Murid Diminta Buat Surat Pernyataan Bermeterai

Kepala Sekolah SDN Ciracas 07 Umi Sumirah mengatakan, banyak orangtua murid merasa lega anaknya bisa kembali belajar di sekolah.

TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Kepala Sekolah SDN Ciracas 07 pagi saat menunjukan surat pernyataan dari orang tua, Rabu (7/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Uji coba pembelajaran tatap muka yang mulai diterapkan hari ini disambut antusias oleh para murid dan orangtua.

Kepala Sekolah SDN Ciracas 07 Umi Sumirah mengatakan, banyak orangtua murid merasa lega anaknya bisa kembali belajar di sekolah.

Pasalnya, banyak orang tua yang mengaku kewalahan saat anaknya belajar dari rumah.

"Sudah sejak Desember banyak orang tua tanya kapan sekolah dibuka lagi. Alhamdulillah sekarang bisa mulai tatap muka lagi," ucapnya, Rabu (7/4/2021).

Pada uji coba pembelajaran tatap muka ini, peran orang tua memang sangat vital.

Tanpa restu dari orang tua, murid tidak diizinkan mengikuti kegiatan belajar mengajar di kelas.

Baca juga: Dari 670 Siswa SMKN 2 Jakarta hanya 45 yang Disetujui Orangtua untuk Pembelajaran Tatap Muka 

Baca juga: Orangtua Tak Khawatir Saat Anaknya Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Baca juga: Pembelajaran Tatap Muka Dimulai, Siswa SD Dilarang Bawa Bekal untuk Cegah Covid-19

Pihak SDN Ciracas 07 pagi pun meminta para orang tua murid membuat surat pernyataan resmi diatas meterai yang menyatakan mengizinkan anaknya masuk sekolah.

"Kami enggak mau sembarangan, kami minta mereka menandatangani surat pernyataan," ujarnya.

Bila surat tersebut sudah diteken orang tua di atas materai Rp 10.000, maka anaknya baru boleh mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

"Kalau sudah diizinkan tapi anaknya sakit, kami juga minta mereka tidak ke sekolah," ujarnya.

Umi menambahkan, pihak sekolah juga menyiapkan ruang isolasi di ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan masjid bila ada murid yang tiba-tiba merasa sakit.

"Mereka tidak kami suruh langsung pulang, kami minta istirahat dulu di ruang isolasi sambil menunggu orang tuanya menjemput," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved