Anak SD Nyaris Dijadikan PSK

Bocah Kelas 5 SD Nyaris Jadi PSK, Wagub DKI Akui Tak Mudah Berantas Prostitusi: Butuh Proses

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui tak mudah memberantas praktek prostitusi di ibu kota.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui tak mudah memberantas praktek prostitusi di ibu kota. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengakui tak mudah memberantas praktek prostitusi di ibu kota.

Hal ini dikatakan Ariza menanggapi terbongkarnya praktek prostitusi online yang melibatkan bocah kelas 5 SD di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Tidak bisa kita selesaikan dalam waktu cepat seperti membalikan telapak tangan, semua butuh waktu, butuh proses," ucapnya, Kamis (8/4/2021).

Untuk mencegah praktek prostitusi online, Ariza menilai, perlu komitmen dan konsistensi yang tinggi untuk membuat regulasi dan menghadirkan aparat keamanan.

"Kampanye, sosialisasi, berkolaborasi, bersinergi mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi bagaimana masalah bangsa, masalah Jakarta, ibu kota, untuk bersinergi positif," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Rabu (7/4/2021).
Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria saat ditemui di Balai Kota, Rabu (7/4/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

Selain itu, politisi Gerindra ini meminta seluruh lapisan masyarakat turut terlibat dalam memerangi prostitusi.

"Kami mendorong pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi semua madalah apapun di Jakarta ini," kata dia.

Baca juga: Formasi Inti Persija Jakarta Belum Terbentuk, Penampilan Bek Asing Baru Yann Motta Dalam Sorotan

Baca juga: Anies Baswedan Berencana Bangun Tugu Sepeda di Sudirman, Anggaran Capai Rp 800 Juta

Baca juga: Dijodohkan Orangtua, Drama Sebuah Pernikahan Digelar Tepat di Hari Valentine Ternyata Cuma Sandiwara

Cerita Pilu Bocah Kelas 5 SD

Takdir masih berpihak kepada AC, bocah kelas 5 SD yang dijual jadi pekerja seks komersial (PSK) di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Padahal, di hari itu, bocah berusia 12 tahun itu dijadwalkan melayani tiga pria hidung belang. 

Beruntung, polisi lebih dulu datang dan menangkap DF (27) mucikari yang menjual AC kepada para pria hidung belang melalui aplikasi Michat.

Alhasil, bocah asal Jawa Barat ini belum sampai melayani para pria hidung belang tersebut.

Usut punya usut, anak di bawah umur tersebut diiming-imingi uang banyak oleh DF supaya mau menjadi PSK.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan mengatakan, kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi adanya praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur.

AC dijual DF ke pria hidung belang via Michat di Apartemen Gading Nias, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved