Bocah Tunarungu di Tangsel Badannya Merah-merah Dikira Alergi, Orangtua Syok Dengar Ucapan Tetangga

Seorang ayah bernama Yudi Nugroho (36) melihat tubuh anaknya ERN (13) penuh dengan luka memar berwarna merah.

TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Yudi Nugroho (36), ayah anak tunarungu korban penganiayaan di rumahnya di Bambu Apus, Pamulang, Tangsel, Selasa (6/4/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang ayah bernama Yudi Nugroho (36) melihat tubuh anaknya yang tunarungu, ERN (13) penuh dengan luka memar berwarna merah.

Warga Bambu Apus, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) itu mengira memar merah tersebut karena ERN alergi akan sesuatu.

Namun pernyataan seorang tetangga membuat hati Yudi Nugroho remuk.

TONTON JUGA

Sang tetangga, mengaku melihat ERN dipukuli dan diinjak-injak oleh BB sambil mengumpat.

Diwartakan TribunJakarta.com BB merupakan seorang tukang tambal ban di sebuah bengkel.

"Jumat malam, 19 Maret, saksi datang, 'pak saya mau nyampaikan pas Kamis kemarin ada pemukulan di kontrakan saya, anak bapak dipukuli'."

" 'Anak bapak diinjak-injak, nangis, keluar kata kasar'," papar Yudi meniru ucapan saksi.

Dari balik kediamannya, saksi melihat peristiwa memilukan itu dan mengetahui pelakunya yang tidak lain adalah BB.

Baca juga: Keakraban yang Dulu Ada Kini Sirna, Syahnaz Sadiqah Cuek Ketemu Ayu Ting Ting di Pernikahan Aurel

TONTON JUGA

"Selesai pemukulan itu, dia meninggalkan korban, saksi sempat membuka pintu. Pas sudah selesai, pelaku ninggalin korban, korban sempoyongan," ujar Yudi.

Mendengar pengakuan tetangganya, Yudi menanyai anaknya soal pemukulan itu.

"Saya interogasi anak, kamu ribut sama siapa. Akhirnya dia nunjuk di situ, benar sesauai keterangan saksi. Siapa yang melakukan dia nunjuk ke situ (bengkel pelaku)."

"Saya tunjukin ke saksi fotonya, benar orang itu katanya," ujarnya.

Yudi Nugroho juga kemudian memperlihatkan foto BB kepada ERN.

Baca juga: Pastikan Kesehatan Aurel, Atta Halilintar Temani ke Dokter Kandungan: Alhamdulilah Kuasa Allah

Bocah itu langsung memeragakan adegan seperti dipukul dan ditendang, bahkan sampai menjatuhkan diri.

"Tuh anak saya langsung seperti itu pas dikasih lihat foto pelaku. Anak ini kan merekam kejadian yang dilihatnya dirasakannya," kata Yudi.

Rupanya tak hanya sekali BB menganiaya ERN menurut Yudi Nugroho.

Penganiayaan pertama terjadi pada November 2020.

Baca juga: Nyanyi dan Joget di Acara Nikahan, Nissa Sabyan Tiba-tiba Dihampiri Seorang Pria dan Diberi Uang

Saat itu Yudi melihat anaknya hendak dilempari batu oleh BB tanpa alasan.

"Ngelihat anak saya mau dilemparin batu sama pelaku. Saya damperin saya tanya anak saya salah apa enggak ngaku," ujar Yudi di rumahnya, Selasa (6/4/2021).

Saat itu, Yudi tidak terlalu mengambil pusing dan menyelesaikan segera dengan meminta maaf.

Yudi mengira pelaku belum mengenal anaknya yang tunarungu sehingga merasa terganggu dengan cara komunikasi yang menggunakan bahasa tubuh.

"Kalau anak saya punya salah, saya minta maaf, anak saya saya suruh minta maaf, sudah tuh," ujarnya. 

Baca juga: Nyanyi di Nikahan Teman, Nissa Sabyan Terkejut saat Dapat Perlakuan Ini hingga Panggil Temannya

Sebulan kemudian, BB berulah lagi dengan menyebut ERN telah mengganggunya. 

"Kedua, saya kan dulu di ruko, dia nyamperin ke saya, dia bilang anaknya ganggu nih, saya tanya ganggunya apa, dia pergi," ujarnya. 

Ulah BB berulang dengan pola yang sama.

Yudi hanya bisa mengelus dada.

Montir bengkel itu memang sudah terkenal arogan di lingkungan.

Baca juga: Sikap Syahnaz Sadiqah pada Ayu Ting Ting Tuai Sorotan, Kompak Cuek Seperti Nagita Slavina

"Kejadian ketiga, dia bilang lagi anak saya ganggu, saya minta penjelasan, bagaimana saya mau didik anak saya kalau kesalahannya enggak tahu," kata Yudi.

Setelah bulat sangkaan Yudi, ia melaporkan kejadian penganiayaan anaknya ke Polsek Pamulang.

Laporanpun terbit dengan nomor LP/187/K/III/2021/Sek Pam. (*)

ERN Trauma Berat

Yudi mengungkapkan setelah peristiwa penganiayaan itu terjadi, ERN berubah sikap.

Ia memukul adiknya yang lebih kecil saat memarahi.

Hal yang tidak pernah dilakukan ERN sebelum kejadian penganiayaan terhadap dirinya.

"Sebelumnya enggak pernah mukul-mukul gitu," ujar Yudi.

Yudi juga sudah dua kali mendapati ERN duduk di sudut ruang rumah sambil menangis dan memukuli tembok.

Baca juga: Sebut Nikahan Atta Halilintar Bak Acara Negara, Sudjiwo Tedjo Batal Kritik: Terselip Dikit Iri Hati

Yudi menganggap tangisan tersebut adalah ekspresi anaknya yang tidak terima dianiaya, namun ia hanya bisa merenunginya.

"Di pojokan nangis, itu luapan anak saya," ujarnya.

Sementara, proses hukum di Polsek Pamulang masih berlanjut.

Kapolsek Pamulang, Kompol Prasetyo mengatakan, korban dan saksi sudah diperiksa.

"Sudah saya periksa pelapor dan korban, namun untuk korban harus didampingi guru sekolahnya yang bisa mengartikan bahasanya," ujar Prasetyo.

Berharap Segera Diproses

ERN telah divisum di RSU Tangsel atas rekomendasi pihak Polsek Pamulang.

Namun sampai saat ini, sudah dua pekan lebih hasil visum tersebut belum juga terbit. 

Yudi beberapa kali menanyakannya, namun jawabannya selalu belum ada. 

Hari ini, Selasa (6/4/2021), Yudi kembali ke Polsek Pamulang untuk dimintai keterangan. 

Yudi mengatakan, pihak kepolisian melimpahkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke PPA.

Sementara, terkait hasil visum, pihak Polsek mengatakan akan keluar setelah tiga pekan.

Yudi menyesali proses visum yang dinilainya cukup lama itu.

"Dari RSUnya belum, nanti yang ngambil hasil visum dari pihak Polres. Kata dia tiga minggu, Ini kan baru dua minggu. Tadi istri bilang, tahu gitu kita visum sendiri saja."

"Cuma kan dari awal dia bilang ikutin prosedur kami. Kata dia visum harus dari kita, karena surat visum kita yang ngeluarin, otomatis ya kami ngikutin," papar Yudi.

Yudi berharap setelah kasus dilimpahkan, aparat bisa lebih serius menangani kasusnya.

"Ya berharapnya lebih serius di PPA," ujarnya. 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved