Gedor Pintu Tak Ada Jawaban, Suami di Bandung Lihat Istri Tergantung dan 2 Balitanya Tewas di Kasur
Seorang pria bernama Asep Burhanudin melihat istrinya Dina Rosdiana Yulianti alias DRY (30) tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumah.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
"Sebelum keempatnya berangkat mereka pamit terlebih dahulu ke Marina," jelasnya Humas Polres Nias Iptu Yasden Hulu dikutip TribunJakarta.com dari TribunMedan, pada Kamis (10/12/2020).
Baca juga: Buat Lagu Soal Pengikut Habib Rizieq Ditembak Mati, Iwan Fals: Ikuti Saja Kemana Nuranimu Bicara
TONTON JUGA
Selanjutnya pada pukul 12.00 WIB, kakek, nenek dan kakak ketiga balita malang itu pulang ke rumah sedangkan Nofedi masih tinggal di TPS.
Sekitar pukul 13.30 WIB ketiganya sampai di rumahnya.
Mereka langsung masuk ke dalam rumah melalui pintu depan rumah yang belum dikunci oleh Marina.
"Setibanya di dalam rumah para saksi melihat ketiga orang korban dalam keadaan terluka dan tidak bernyawa dengan posisi luka gorok di leher sedangkan Marina berada di samping korban dengan posisi tidur terlentang dan sebilah parang berada di sampingnya," tutur Yasden.

Baca juga: Uang Rp100 Ribu Sekali Berhubungan Sejenis Cuma Janji, Remaja Ini Kesal Lalu Mutilasi Pria di Bekasi
Setelah melihat kejadian itu, para saksi kaget dan ketakutan.
Kakak korban langsung menelepon ayahnya.
Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB ayah korban sampai di rumah dan melihat ketiga anak kandungnya dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi luka di leher.
“Sekitar pukul 17.00 WIB, Kapolsek Tuhemberua AKP Ibe J Harefa dan Kasat Reskrim Polres Nias AKP Junisar R Silalahi menuju tempat kejadian tersebut," tuturnya.
Baca juga: Lantang Sebut Baby Blues Tak Ada, Ayu Ting Ting: Itu Kayaknya Orang yang Belum Siap Punya Anak
Yasden mengatakan pelaku yang membuat leher ketiga balita tersebut nyaris putus adalah ibu mereka sendiri, Marina.
"Menggorok leher dengan menggunakan sebilah parang hingga ketiga korban meninggal dunia," bebernya.
Ia menyebutkan selama ini keluarga tersebut mengalami permasalahan ekonomi, sehingga Marina dan suaminya sering bertengkar.
"Motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut karena faktor himpitan ekonomi. Kesulitan mencari nafkah sehari-hari. Karena faktor ekonomi sering bertengkar dengan suami," jelasnya
Ia menyebutkan bahwa saat ini keluarga tersebut tinggal menyisakan satu orang putri sulungnya.