Breaking News:

Pengelolaan Diambil Alih Negara, Ini Harapan TMII Untuk Museum Telkom dan Migas

Pihak Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur miliki sejumlah harapan usai kepengelolaan yang kini diambil oleh negara

TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Museum Telekomunikasi di areal TMII, Jakarta Timur, Kamis (8/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pihak Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur miliki sejumlah harapan usai kepengelolaan yang kini diambil oleh negara.

"Kami bisa memperbaiki fasilitas-fasilitas atau bangunan-bangunan yang sudah tua," kata Kepala Humas TMII, Adi Widodo saat ditemui di Kantor Pengelolaan TMII, Kamis (8/4/2021).

Beberapa fasilitas atau unit yang dimaksud Adi diantaranya menyangkut aset di Museum Telkom dan museum Migas.

Pasalnya museum Telkom tak beroperasional sejak lama. Sementara museum Migas tak beroperasional secara optimal.

"Misalkan kami punya masalah dengan museum Migas yang di belakang, yang sekarang kondisinya agak kurang terawat. Itu persoalannya ada perubahan UU yang tidak memperbolehkan Pertamina punya unit, yang unit bukan bisnis. Sehingga mereka kehilangan induknya," jelasnya.

"Selama ini di bawah PT Telkom, tetapi aset di dalamnya ada Indosat, pariwisata. Pengalihan aset itu kan tidak semudah itu.

Itu perlu proses yg panjang, menghilangkan aset itu tidak semudah itu. Salah-salah kamu dituduh penggelapan," tambahnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar permasalahan tersebut bisa diselesaikan segera usai pengelolaan TMII diambil negara.

Untuk diketahui, setelah hampir 44 tahun aset milik negara TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita, pengelolaan TMII kini resmi dikelola oleh negara.

Baca juga: TMII Optimis Dikunjungi 7 Ribu Pengunjung Hari Ini

Baca juga: Nemu Rp 10 Juta di Jalan, Sopir Truk di Solo Pilih Mengembalikannya: Saya Bayangkan Ada Diposisi Itu

Baca juga: Facebook Rilis Stiker dan Avatar Jelang Ramadan 2021, Bisa Diakses Pengguna Instagram dan WhatsApp

Keterangan tentang perubahan pengelolaan aset milik negara TMII tersebut juga telah disampaikan melalui Konferensi Kementerian Sekertariat Negara Republik Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan bahwa perbaikan tata kelola aset milik negara TMII diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.

Di mana isinya menetapkan tentang penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg, sekaligus menandai berakhirnya penguasaan dan pengelolaan TMII oleh Yayasan Harapan Kita.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved