Jakarta Bakal Gelap Serentak 1 Jam Malam Ini, Ini Daftar Wilayah yang Terdampak
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pemadaman lampu secara serentak selama satu jam pada Sabtu (25/4/2026) malam.
TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan pemadaman lampu secara serentak selama satu jam pada Sabtu (25/4/2026) malam.
Aksi ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi.
kegiatan ini dilaksanakan sebagai kampanye meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi dan menjaga lingkungan.
Pemadaman tidak hanya menyasar gedung-gedung pemerintah, tetapi juga fasilitas publik hingga kawasan komersial di berbagai wilayah ibu kota.
Sejumlah ruas jalan utama dan ikon kota pun akan turut dipadamkan sementara.
Sebagian wilayah Jakarta diperkirakan akan tampak lebih gelap dari biasanya selama kegiatan berlangsung.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan, pemadaman akan menyasar sejumlah gedung pemerintah, fasilitas publik, hingga bangunan komersial di berbagai wilayah ibu kota.
Pemadaman tersebut merupakan ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus menghemat penggunaan energi listrik.
Ia menyebut, kegiatan ini juga menjadi bentuk kampanye bersama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan perkotaan.
“Pemadaman lampu 60 menit sebagai perayaan Hari Bumi,” ujar Budi Awaludin, Jumat (24/4/2026) dikutip dari Kompas.com.
Selain gedung pemerintah dan swasta, pemadaman akan dilakukan di lima wilayah Jakarta
Namun, layanan penting seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik dikecualikan agar tetap beroperasi normal.
“Seluruh bangunan, gedung Kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kecuali rumah sakit, puskesmas, klinik. Beberapa gedung milik swasta, gedung komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel dan apartemen,” katanya.
Pemprov DKI Jakarta menyebut, kegiatan serupa pada 2025 berhasil menghemat konsumsi listrik sebesar 439,76 MWh, dengan nilai penghematan ekonomi mencapai lebih dari Rp 636 juta.
“Penghematan ekonomi di tahun 2025 sebesar Rp 636.655.763,” ungkap Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/jakarta-mati-lampu.jpg)