Breaking News:

Digerebek Saat Layani Tamu di Hotel, Kisah Bule Uzbekistan jadi PSK di Bali, Segini Tarifnya

Seorang bule Uzbekistan digerebek polisi saat sedang melayani tamunya di sebuah hotel di Denpasar, Bali.

Editor: Elga H Putra
Tribunnews
Ilustrasi. Seorang bule Uzbekistan digerebek polisi saat sedang melayani tamunya di sebuah hotel di Denpasar, Bali. 

Kasus prostitusi via aplikasi Michat yang melibatkan anak di bawah umur kembali terungkap.

Seperti yang baru saja diungkap adanya kasus prostitusi ABG di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Baca juga: Belasan ABG Jajakan Diri via Aplikasi: Kerjasama dengan Hotel, Tawarkan Harga Murah untuk Pria Lokal

Total ada 11 remaja wanita yang terlibat prostitusi online Michat diamankan di Polsek Baruga.

Mereka menggunakan kamar hotel yang diduga telah bersekongkol sebagai tempat eksekusi usai bertransaksi via Michat.

Pelanggan mereka pun tak hanya warga lokal, tapi banyak juga warga asing yang menggunakan jasa esek-esek para remaja ini.

Karenanya, para ABG ini membuka tarif lebih murah kepada para pria lokal.

Ke-11 remaja perempuan belia itu diamankan di Hotel DDN, Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (6/04/2021) sore.

Sebanyak 11 ABG tersebut berusia antara 16 tahun hingga 19 tahun yang merupakan warga Kendari.

Identitas mereka berinisial TE, EL, AA, EO, AN, NW, HW, TN, EF, WA, WD, dan TJ.

Sebagian besar dari 11 remaja perempuan tersebut masih pelajar atau siswa dan masih memiliki orangtua, sedangkan sebagian lainnya putus sekolah.

11 remaja wanita yang terlibat prostitusi online Michat diamankan di Polsek Baruga.
11 remaja wanita yang terlibat prostitusi online Michat diamankan di Polsek Baruga. (Husni Husein/TribunnewsSultra)

“Sebanyak 11 ABG tersebut usianya antara 16-19 tahun,” kata Kapolsek Baruga, AKP Gusti Komang Sulastra, saat merilis kasus tersebut di Mapolsek Baruga, Kota Kendari, Rabu (7/04/2021) siang.

Gusti menjelaskan para remaja itu menawarkan jasa prostitusi online kepada konsumennya melalui aplikasi MiChat.

Setelah digerebek, remaja perempuan yang berusia belasan tahun tersebut diamankan di Mapolsek Baruga.

“Jadi anak-anak ini, kami masih interogasi di Polsek Baruga untuk menggali keterangan mereka,” jelas Gusti.

Gusti menuturkan, pihaknya meminta keterangan mereka untuk melakukan penyelidikan selanjutnya.

Termasuk, apakah ada mucikari yang mengelola para ABG tersebut terjun ke prostitusi online.

“Kami masih mengumpulkan bukti-bukti sehingga kita sama-sama dapat mengungkap otak di balik praktik prostitusi online ini," kata dia.

Harga untuk Tamu Lokal Lebih Murah

Gusti menuturkan para ABG ini tak hanya melayani pria lokal, namun juga para warga asing yang ingin memuaskan hasrat seksualnya di Kota Kendari.

Tarif yang ditawarkan sebesar Rp 500 ribu hingga Rp2 juta bagi warga asing melalui perantara pihak hotel.

Kebanyakan warga negara asing yang berkunjung berasal dari Cina.

Sementara tarif Rp400 ribu untuk warga lokal yang berkunjung di hotel setelah sebelumnya memesan melalui aplikasi Michat.

Dalam kasus ini, polisi juga meminta keterangan dari pemilik hotel tempat 11 remaja itu menjajakan tubuh mereka ke pelanggan atau pria hidung belang.

Saat ini, Manager Hotel itu sudah dimintai keterangan ke Polsek.

Sebab, dari keterangan awal pemilik hotel telah mengetahui praktek diduga jaringan prostitusi online tersebut.

"Dari keterangan pemilik hotel, para ABG ini ada yang baru menginap sehari dan ada yang seminggu berada di situ," kata Gusti.

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Terungkap Prostitusi Online PSK Bule Uzbekistan, Segini Tarifnya

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved