Breaking News:

Tunas Indonesia Raya Bangkitkan Semangat Entrepreneurship di Tengah Pandemi

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, kata dia, tentu memerlukan keuletan dan berani mengambil keputusan. Tidak mudah putus asa atas kegagalan usahanya

Freepik
Ilustrasi UMKM 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tunas Indonesia Raya (TIDAR) sayap organisasi partai Gerindra mengadakan event RADAR (Ragam Aktualisasi Tidar), event yang dihadiri ratusan anak muda secara virtual, bertujuan untuk membangkitkan semangat entrepreneurship demi menciptakan lapangan kerja di tengah pandemi.

Acara dibuka oleh Ketua Umum Tidar Aryo Djojohadikusumo. Dalam sambutannya Aryo mengatakan, tantangan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19 adalah yang terberat.

"Mau mengingatkan saja, masa ini adalah masa yang unik, kita baru saja melalui satu tahun terakhir adalah masa tantangan ekonomi Indonesia yang paling berat yang termasuk berat," kata Aryo dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Dimana saat ini banyak pekerja yang dirumahkan karena perusahaan tidak lagi beroperasi. Selain itu, lapangan pekerjaan pun susah didapatkan.

Menurut Aryo, solusi dari semua masalah ini adalah membuat usaha sendiri atau wirausaha.

"Tantangan utama untuk mendapat nafkah adalah menjadi wirausaha, menjadi businessman, entrepreneur, bikin lapangan pekerjaan sendiri," kata Aryo.

Baca juga: Dulu Jualan Es Mambo, Jusuf Hamka, Kini Jadi Pengusaha Tajir yang Kerjakan Proyek Bernilai Triliunan

Baca juga: Tenang, Pemerintah Pastikan Minta Pengusaha Bayar Penuh THR di Lebaran Tahun Ini

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, kata dia, tentu memerlukan keuletan dan berani mengambil keputusan. Tidak mudah putus asa atas kegagalan usahanya.

"Kalau dari pengalaman saya untuk menjadi pengusaha tidak perlu sekolah, yang perlu adalah modal nekat dan juga sedikit keras kepala. Kalau percaya kepada bisnis yang kalian jalani, jalani terus, kalau tidak belajar," kata dia.

Kemudian, kata dia, bagi pengusaha muda tidak boleh puas diri atau patah arah ketika usahanya gagal. Menurut dia, kalau usahanya gagal, maka harus belajar dari kegagalan.

"Sering kali teman-teman itu lupa satu hal kalau engga sukses gimana. kalau engga sukses jangan lupa belajar dari apa yang kalian hadapi. Orang itu sering lupa belajar. Yang saya alami, kita anak muda sering sok tahu. tolong ini yang harus dihilangkan bahwa kita masih muda, yang senior banyak pengalaman," kata dia.

Sementara kader TIDAR sekaligus pengusaha kuliner yang juga public figure Sarah Keihl, salah satu nara sumber pada acara tersebut menambahkan, tips menjadi pengusaha adalah berani mengambil keputusan dalam segala macam situasi.

"Bisnis itu emang kalian melangkah ke suatu risiko yang besar. Jadi aku engga akan bilang bisnis is easy bro, jadi menurut aku orang yang berbinis adalah orang yang berani mengambil keputusan. Kalau engga berani ambil keputusan dalam hidupnya bagaimana mau ngelead company," kata dia. Dalam acara ini juga dihadiri Owner Kebun Late, Rafi Dharmawan; dan Co-founder Kopi Daong, Benedicta Sekar P.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved