Breaking News:

Sarankan Masyarakat Lebaran Virtual, Wagub DKI: Jangan Sampai Hari Bahagia Jadi Masalah Baru

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kesadaran masyarakat untuk bisa mematuhi larangan mudik Idulfitri 1442 Hijriah.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Putri Duyung Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (11/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta kesadaran masyarakat untuk bisa mematuhi larangan mudik Idulfitri 1442 Hijriah di tengah masa pandemi Covid-19 yang masih merebak.

Riza kembali meminta masyarakat untuk bisa menikmati momen Lebaran nanti secara virtual.

Selama 6-17 Mei 2021, masyarakat diimbau untuk tidak bepergian ke luar kota supaya penyebaran Covid-19 tidak meluas.

"Kami sarankan untuk tetap berada di rumah tidak perlu mudik, lebaran secara virtual melalui video call, WhatsApp dan sebagainya," kata Riza di Putri Duyung Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (11/4/2021).

Politis Gerindra itu menyampaikan bahwa larangan mudik ialah untuk kepentingan bersama.

Jangan sampai, kata Riza, hari bahagia pada Idulfitri nanti malah menjadi masalah baru.

"Jangan sampai hari raya yang berbahagia ini justru menimbulkan masalah baru. Justru kami minta masyarakat berada di Jakarta, tidak perlu mudik ke kampung," kata Riza.

Selain kepada masyarakat, Riza juga mengingatkan para Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov DKI Jakarta juga tidak nekat mudik.

Baca juga: Yayasan Harapan Kita: Kami Tak Pakai Uang Negara Selama Kelola TMII

Baca juga: Jaga Jakarta Timur Tetap Damai, Petugas Gabungan Hingga Ormas Gelar Deklarasi Aman Jelang Ramadan 

Pasalnya, ada sanksi tegas bagi para ASN yang masih tak mengindahkan larangan mudik ini.

Riza menambahkan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta juga masih mengkaji kembali diberlakukannya Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi masyarakat yang tetap mudik lebaran seperti tahun lalu.

"Terkait larangan mudik sedang kita kaji terkait perlu atau tidaknya SIKM, tunggu saja teman teman media dan masyarakat," ujar Riza.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi melarang masyarakat untuk mudik ke kampung halaman pada 6-17 Mei 2021 mendatang untuk menekan penyebaran Covid-19.

Larangan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6-17 Mei 2021.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved