Breaking News:

Dewas KPK Diapresiasi Atas Sikap Tegas Terhadap Pegawai yang Selewengkan Barang Bukti

Ketua umum DPN Gerakan Reformasi Hukum Indonesia, Tantan Taufiq Lubis mengapresiasi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi

Tribunnews.com/Aqodir
Gedung KPK 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua umum DPN Gerakan Reformasi Hukum Indonesia, Tantan Taufiq Lubis mengapresiasi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) yang memberikan sanksi tegas terhadap pegawai KPK berinisial IGA di bagian Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi yang diduga melakukan pencurian terhadap barang bukti 1,9 Kg emas.

"Pemecatan secara tidak hormat tersebut merupakan pembelajaran bagi pegawai KPK untuk tidak bermain main dengan barang sitaan, jangan sampai barang sitaan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Ke depan, pengawasan internal KPK harus di perkuat, jangan sampai kecolongan untuk yang kesekian kalinya. Jangan biarkan rakyat semakin tidak percaya lembaga anti rasuah ini," kata Tantan Taufiq Lubis kepada wartawan, Senin (12/4/2021).

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Al Azhar Indonesia itu berharap KPK dapat mengembalikan kepercayaan publik setelah peristiwa ini. Jangan sampai citra lembaga anti-rasuah buruk di mata publik karena oknum pegawai KPK yang melakukan tindak pidana pencurian.

"Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali dan menjadi catatan buruk di tengah masyarakat. Terlebih baru saja publik dikagetkan dengan kebijakan KPK yang SP3 kasus BLBI yang sangat merugikan rakyat tersebut," ujarnya.

Baca juga: Pegawai KPK Gadaikan Barang Bukti Emas Senilai Rp 900 Juta untuk Bayar Utang

Baca juga: Soal KPK DKI, Anggota DPRD Jakarta Kenneth: Pak Anies Mau Buat KPK Tandingan?

Diberitakan sebelumnya, pegawai KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) berinisial IGA kedapatan mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram. Emas itu merupakan barang rampasan perkara korupsi atas nama Yaya Purnomo, mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Anggota Satuan Tugas pada Direktorat Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) itu diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk pembayaran utang. Menurut Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean, IGA memiliki utang cukup banyak akibat risiko berbisnis.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved