Misteri Wanita Bersuami Diajak Teman Jalan-jalan, Pulang Sudah Membiru Telah Jadi Jasad

Dilla (25) wanita asal Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara membuat keluarganya berduka. Dilla meninggal usai jalan-jalan.

Net
Ilustrasi. Dilla (25) wanita asal Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara membuat keluarganya berduka. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Dilla (25) wanita asal Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara membuat keluarganya berduka.

Wanita bersuami itu sempat diajak temannya jalan-jalan.

Namun ketika pulang, Dilla sudah menjadi mayat dengan kondisi tubuh membiru.

Kondisi itu membuat orangtua Dilla curiga akan kejanggalan kematian anaknya.

Dilla disebut sudah berumah tangga namun suaminya bekerja di luar daerah.

Temannya pun dengan mudah menjemput korban untuk jalan-jalan.

Orangtua Dilla pun melaporkan kecurigaan atas kematian anaknya kepada Polres Aceh Tenggara.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo, SH, SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Suparwanto, SH mengatakan, pada Minggu pagi sekira pukul 08.15 WIB, telah datang ke SPKT Polres Aceh Tenggara, Erni Ginting (46), orangtua korban.

Erni datang melaporkan bahwa anaknya Dilla meninggal dunia di RSUD H Sahudin Kutacane dan melaporkan kecurigaannya tentang kondisi jasad korban kepada aparat kepolisian.

Orangtua korban melaporkan bahwa anaknya diantar oleh saksi RN ke RSUD H Sahudin Kutacane dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan pengakuan RN kepada ibu korban, bahwa Dilla yang disebut-sebut sudah bersuami itu meninggal dunia karena terjatuh di kamar mandi.

Ibu korban menerangkan, bahwa pada malam sebelum meninggal dunia, anaknya itu pergi dengan saksi RN usai dijemput di rumah.

Namun saat dipulangkan ke rumah, ibu korban melihat mayat anaknya dalam kondisi menggigit bibir yang sudah dalam keadaan membiru.

Menurut Kasat Reskrim, AKP Suparwanto SH, berdasarkan keterangan dari dokter piket RSUD H Sahudin Kutacane, dr Keke, bahwa pasien tiba di rumah sakit itu pada Minggu (11/4/2021) sekitar pukul 4.30 WIB.

Saat tiba, kondisinya telah meninggal dunia dan dari hasil pemeriksaan diperkirakan korban menghembuskan nafas terakhir satu jam sebelum tiba di RSUD H Sahudin.

Korban meninggal dunia tiba dalam kondisi bibir membiru dan diduga akibat overdosis obat-obatan.

“Mayat korban saat ini sudah diambil keluarganya untuk dikebumikan,” papar Kasat Reskrim, AKP Suparwanto, SH dikutip dari Serambinews.com, Minggu (11/4/2021).

Menurut dia, kasus tersebut dalam penyelidikan Satreskrim Polres Aceh Tenggara untuk mengungkap penyebab kematian wanita muda itu.(*)

Baca juga: Roger Danuarta Ngaku Punya HP Rahasia Khusus Chat Orang Ini, Cut Meyriska Terkejut Sampai Istigfar

Baca juga: Pingsan Lihat Perselingkuhan Sang Adik, Istri Tolak Jasad Suami: Terserah Mayatnya Mau Dibawa Kemana

Peristiwa Lain

Pria 70 Tahun Bacok Menantunya

Pelaku warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan yang bacok menantunya.
Pelaku warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan yang bacok menantunya. (ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM)

Seorang mertua, Bukiman (70), warga Desa Kelbung, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan menjadi gelap mata hingga mengayunkan sebilah senjata tajam (sajam) jenis calok kepada menantunya, Hori (30).

Sang mertua membacok menantunya yang tengah melaksanakan ibadah Salat Maghrib di dalam rumah, Jumat (9/4/2021) pukul 18.00 WIB.

“Pelaku yang tidak lain adalah bapak mertua dari korban, membacokkan calok ke arah leher korban. Saat itu, korban tengah melaksanakan Salat Maghrib dengan posisi sujud,” ungkap Kasubbag Humas Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaidi, Minggu (11/4/2021).

Beberapa jam sebelum peristiwa pembacokan terjadi, pelaku menanyakan uang kiriman dari anaknya, Ma’i yang tengah merantau di Malaysia.

Pertayaan tentang uang kiriman dari anaknya itu dilontarkan pelaku mulai pagi hingga siang hari kepada istrinya, Marasi.

Arif menjelaskan, kekesalan pelaku memuncak ketika pertanyaan serupa ia kembali lontarkan kepada anak perempuannya, Kartina beberapa saat selepas waktu Maghrib.

Namun dijawab menantunya atau korban dengan kalimat ‘tidak tahu’.

“Baik isteri, anak perempuan (isteri korban), dan menantunya atau korban Hori menjawab tidak tahu. Kemudian pelaku emosi dan mengambil dan membacokkan sebilah sajam jenis calok saat korban tengah salat,” jelas Arif.

Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2021 untuk DKI Jakarta, Ada Juga Bacaan Niat Puasanya

Baca juga: Teka-teki Jasad Eko Ditemukan Membusuk di Kuburan China Setelah Pergi Bareng Muncikari

Baca juga: Ancam Tindakan Tegas, Polisi: Tidak Ada Celah Bagi Travel Gelap yang Nekat Bawa Pemudik

Mendapatkan serangan dari mertuanya, lanjut Arif, korban sempat berpaya memberikan perlawanan untuk merebut sajam calok dari tangan bapak mertuanya. Upaya tersebut berhasil dilakukan setelah pria bernama Tabri turut membantu dan berhasil merebut calok dari tangan Bakiman.

Akibat penganiayaan itu, korban menderita luka bacok di bagian leher bawah kanan sepanjang 15 sentimeter, kedalaman 8 sentimeter.

Beberapa anggota keluarga dan sejumlah warga mengantarkan korban ke sebuah kilinik di Desa Banyior, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan.

“Korban dalam kondisi sadar. Ia dirujuk ke RSUD Syamrabu Bangkalan setelah sempat mendapatkan perawatan di klinik,” pungkas Arif.

Dari peristiwa tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa sajam jenis calok dengan ujung terbuat dari besi dan gagang terbuat dari kayu. Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman pidana maksimal selama 5 tahun penjara.

Berita Lain Tentang Mayat

Artikel ini telah tayang di Tribunmadura.com dengan judul Kesal Dijawab 'Tidak Tahu', Mertua di Bangkalan Bacok Leher Menantu yang Sedang Sujud Salat Maghrib, .

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Dijemput Teman untuk Jalan-jalan, Wanita Bersuami Ini Dipulangkan Jadi Mayat, Orangtua tak Terima, 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved