Maut Dini Hari di Sungai Bengawan Solo, Pemuda Hanyut saat Rayakan Ulang Tahun
Maut dini hari terjadi di aliran Sungai Bengawan Solo. Seorang pemuda tewas lantaran hanyut saat merayakan hari jadinya di aliran sungai itu.
Tangis Ayah
Kabar hanyutnya H membuat keluarga, terutama sang ayah syok di rumahnya di Dukuh Klenisan, Desa Banmati, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo.
Hingga kini sang ayah belum bisa kendalikan emosinya.
Nenek H, Sukiyem mengatakan keluarga baru mendapatkan kabar nahas tersebut dari dua orang H sekira pukul 03.00 WIB.
Mereka tiba-tiba datang ke rumah dan mengetuk pintu untuk mengabarkan H hanyut di aliran Sungai Bengawan Solo, Selasa (13/4/2021).
Keluarga pun syok dan membuat bapak serta kakek korban langsung pergi ke lokasi kejadian dengan memakai sepeda ontel.
Sesampainya di lokasi kejadian, bapak korban tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Ia bahkan sampai guling-guling di dam dekat Jembatan Banmati.
Itu menjadi kado pahit baginya yang baru saja menikah lagi karena hubungan dengan ibu kandung H berakhir cerai.
"Bapaknya sempat teriak - teriak, nduweku banda yo gur kui (harta yang aku punya itu cuma kamu)," ucap Sukiyem.
Saat itu, lokasi kejadian sudah dipenuhi orang.
Kakek korban kemudian menariknya ke atas untuk menenangkan diri.
Kakek korban kemudian meminta tolong warga sekitar untuk mengantar bapak korban kembali ke rumah.
"Saat diajak pulang, bapaknya teriak teriak nama anaknya," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Hanya Tiga Kata, Pesan Terakhir Korban Hanyut di Sungai Bengawan Solo Kepada Ayahnya di Sukoharjo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/solo-bengawan-hanyut.jpg)