Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Pemprov DKI Longgarkan Aturan, Ini Alasannya

Sebelumnya, dine-in hanya bisa sampai 21.00 WIB, kini restoran bisa melayani makan di tempat hingga pukul 22.30 WIB.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap alasan pihaknya memperpanjang jam pelayanan makan di tempat atau dine-in di restoran saat bulan suci Ramadan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkap alasan pihaknya memperpanjang jam pelayanan makan di tempat atau dine-in di restoran saat bulan suci Ramadan.

Bila sebelumnya, dine-in hanya bisa sampai 21.00 WIB, kini restoran bisa melayani makan di tempat hingga pukul 22.30 WIB.

"Rumah makan sampai 22.30 WIB kan jelas orang Ramadan kan makannya malam. Kami memberi kesempatan orang makan sebanyak mungkin waktunya," ucapnya, Selasa (13/4/2021).

"Banyak warga itu bukan cuma minum teh atau kolak atau kurma, makan malamnya setelah tarawih," sambungnyam

Walau demikian, politisi Gerindra ini tetap mengingatkan para pengelola restoran atau tempat makan untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Jumlah pengunjung pun dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas dan jarak antar meja minimal satu meter.

"Secara kesehatan tetap baik, enggak ada masalah (asalkan prokes dijalankan)," ujarnya di Balai Kota Jakarta.

Ariza menambahkan, turunnya kasus Covid-19 belakangan ini juga menjadi alasan Pemprov DKI melonggarkan aturan.

Tak seperti tahun lalu, Pemprov DKI memang melonggarkan aturan pada Ramadan tahun ini.

Baca juga: Mencicipi Makanan saat Memasak Apakah Membatalkan Puasa? Simak Penjelasannya

Baca juga: Sambil Angkat Alis, Anak Pembunuh Ayah Kandung di Hadapan Ibunda Beberkan Masa Lalunya: Saya Sadar

Baca juga: 389 Kios Pedagang Ludes saat Pasar Inpres Pasar Pasar Minggu Kebakaran

Selain memperpanjang jam operasional restoran, Pemprov DKI kini juga mengizinkan kegiatan keagamaan, seperti salat tarawih dan salat Idul Fitri.

"Salah satu pertimbangannya memang positifnya terus menurun. Kalau lihat datanya jumlah tempat tidur ruang isolasi 41 persen, ICU-nya 48 persen. Kan turun dibandingkan dulu yang sampai 80 persen," tuturnya.

"Sudah turun luar biasa, ini berkat kerja sama semua pihak, dukungan masyarakat tentunya," sambungnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved