Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Sidang Lanjutan Tes Swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor Digelar Rabu Pekan Depan

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan sidang tersebut masih beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penunt

TribunJakarta/Bima Putra
Tayangan proses sidang kasus tes swab Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Sidang perkara dugaan tindak pidana karantina kesehatan kasus tes swab Muhammad Rizieq Shihab di RS UMMI Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur bakal berlanjut pada Rabu (21/4/2021).

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Alex Adam Faisal mengatakan sidang tersebut masih beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Masih pemeriksaan saksi dari JPU untuk perkara nomor 223, 224 dan, 225," kata Alex di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021).

Perkara nomor 223 merupakan berkas untuk terdakwa Dirut RS UMMI Bogor, dr. Andi Tatat, nomor 224 berkas untuk terdakwa Muhammad Hanif Alatas, sementara 225 untuk Rizieq Shihab.

Pada sidang lanjutan pekan depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur tetap meniadakan siaran live streaming lewat akun YouTube PN Jaktim guna mencegah para saksi saling memengaruhi.

Warga bisa menyaksikan jalannya sidang lewat pemberitaan media massa yang diperkenankan meliput melalui monitor ditempatkan di lobby Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Sidang agenda pemeriksaan saksi dari JPU sebanyak lima orang hari ini berjalan lancar. Sidang hari ini pukul 09.00 WIB, selesai pukul 17.45 WIB," ujarnya.

Baca juga: Langgar Protokol Kesehatan, Tiga Tempat Usaha di Kawasan Danau Sunter Utara Diberi Sanksi 

Baca juga: Kejanggalan Laporan Keuangan, BPK Ungkap Pemprov DKI Kelebihan Bayar Alat Damkar Rp 6,5 M

Dalam sidang hari ini Wali Kota Bogor Bima Arya dihadirkan sebagai saksi dari JPU, di hadapan Majelis Hakim dia memberi keterangan saat Rizieq dirawat di RS UMMI Bogor pada November 2020 lalu.

Yakni bahwa Rizieq Shihab, Muhammad Hanif Alatas, dan Dirut RS Ummi Bogor, dr. Andi Tatat diduga menghalangi upaya Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor dalam penanganan pandemi.

Bima menuturkan hal ini membuatnya melaporkan pihak RS UMMI Bogor ke Polres Bogor Kota, namun dia membantah laporan tersebut bersifat politis karena menyangkut Rizieq Shihab.

"Kemudian ketika dilakukan langkah hukum itu atas kesepakatan Satgas dan agar semua jelas jadi pembelajaran semua. Kalau semua jelas sesuai aturan kan enggak masalah, yang penting ada kejelasan proses di situ," tutur Bima.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved