Sisi Lain Metropolitan
Dipecat karena Pandemi, Kisah Satpam Bank Banting Setir Jadi Tukang Servis Jok Keliling
Azis Wahyudianto (33) tak menyerah pada keadaan setelah menerima kenyataan pahit menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK)
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
"Kalau punya kios kan bayar segala macam. Bayar listirk, tempat, keamanan, kadang nggak kebayar. Akhirnya punya ide, keliling nyamperin, orang yang tadinya nggak beli jadi beli," ucap dia.
Azis sendiri berkeliling melakukan jasa servis jok sesuai orderan dari sekitaran wilayah Sunter, Ancol, Mangga Dua, Grogol hingga Mangga Besar.
Kemudian, Azis akan memasang sarung jok baru sesuai pilihan pelanggan dengan seluruh peralatan yang dibawanya.
Ketika tak ada yang memesan, Azis biasanya akan menyambangi tongkrongan demi tongkrongan untuk menawarkan jasanya.
Tarif sekali servis pun terbilang cukup terjangkau. Azis akan menentukannya berdasarkan ukuran motor hingga tingkat kesulitannya.
Baca juga: Bongkar Dugaan Korupsi di Damkar Depok, Sandi: Rekan Saya Diancam Dipecat
"Paling dikit sehari bisa 3-4 (pasang sarung jok), kadang lebih. Kalau harga paling murah Rp 45 ribu buat motor kecil, ada juga yang Rp 60 ribu, Rp 80 ribu, Rp 100 ribu," kata dia.
"Sehari ada aja lah, keuntungannya ada aja, yang penting bisa hidupin buat keluarga," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/azis-wahyudianto.jpg)