Kasus 2 Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Rumah di Benhil Berujung Damai
Kasus tewasnya dua pekerja saat tengah bekerja merenovasi sebuah rumah di Bendungan Hilir berujung damai
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kasus tewasnya dua pekerja saat tengah bekerja merenovasi sebuah rumah di Jalan Limboto, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat berujung damai.
Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan, keluarga korban memilih jalan damai dan meminta pemilik rumah menanggung seluruh biaya pemakaman.
"Jadi keluarga korban hanya minta semua biaya ditanggung pemilik rumah, berikut dengan ambulans," ucapnya, Minggu (18/4/2021).
Pihak pemilik rumah yang mempekerjakan dua orang pekerja asal Jawa Tengah ini pun setuju dengan permintaan keluarga korban.
Kini, kedua jenazah korban yang diketahui berinisial S dan DS telah dimakamkan di Kebumen, Jawa Tengah.
Pihak pemilik rumah pun memfasilitasi ambulans untuk kedua pekerja itu, termasuk juga biaya pemakaman korban.
"Karena permintaan keluarga korban disanggupi pemilik rumah, mereka tidak ada yang saling menuntut," ujarnya saat dikonfirmasi.
Dua Saksi Periksa Polisi
Pihak kepolisian memeriksa dua orang saksi terkait dua pekerja yang tewas tertimpa tembok bangunan di sebuah rumah di Jalan Danau Limboto, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan, kedua saksi itu ialah rekan korban dan sang pemilik rumah.
"Sampai saat ini sudah ada dua orang yang kami periksa," ucapnya saat dihubungi, Minggu (18/4/2021).
Dari hasil pemeriksaan, proyek pembangunan rumah itu rupanya tak menggunakan jasa kontraktor.
Sang pemilik rumah hanya mempekerjakan tiga orang pekerja untuk merenovasi rumah tersebut.
Namun, nahas saat tengah melakukan proses perbaikan, tembok rumah ambruk dan menimpa ketiga orang pekerja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-jenazah_20180528_102113.jpg)