Breaking News:

Sidang Rizieq Shihab

Kubu Rizieq Shihab: Pelapor Kasus Kerumunan di Megamendung Tak di Lokasi Saat Kejadian

Kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab mempertanyakan laporan Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah dalam kasus kerumunan warga di Megamendung

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Tayangan proses sidang dugaan tindak pidana karantina kesehatan Rizieq Shihab yang disiarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (12/4/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Kuasa hukum Muhammad Rizieq Shihab mempertanyakan laporan Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridhallah dalam kasus kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mengatakan Agus seharusnya tidak berhak menjadi Pelapor karena saat kejadian pada 13 November 2020 lalu tidak berada di lokasi kejadian.

Menurutnya dalam kasus pidana Pelapor hanya bisa membuat laporan meski tidak berada di lokasi dalam perkara terkait UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), sementara Agus tak berada di lokasi.

"Pelapornya (Agus Ridhallah) enggak hadir di lokasi karena WFH (work from home), tapi dia melaporkan dan bisa tahu semuanya. Artinya kan memberi kesaksian enggak langsung, enggak lihat, enggak merasakan. Ini keganjilan," kata Aziz di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021).

Tim kuasa hukum juga menilai Rizieq Shihab seharusnya tidak dianggap jadi terlapor karena dalam kasus karena dia merupakan pemilik Pondok Pesantren Alam Agrokultural Megamendung.

Anggota tim kuasa hukum Rizieq lainnya, Sugito Atmo Prawiro menuturkan kegiatan peletakan batu pertama Markaz Syariat di Pondok Pesantren ditangani panitia penyelenggara, bukan Rizieq Shihab.

Mereka juga membantah bahwa setelah kerumunan warga di Pondok Pesantren Alam Agrokultural yang mencapai sekitar 3.000 orang sudah memperburuk kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor.

"Perlu diketahui di desa dekat Habib Rizieq itu enggak ada peningkatan apapun. Tapi ada keterangan ada penambahan di beberapa kecamatan Megamendung tapi itu belum dipastikan mereka hadir di acara 13 November atau tidak," ujar Sugito.

Baca juga: Seorang Pria Ditemukan Tewas di Apartemen Kawasan Kemayoran Jakarta Pusat 

Baca juga: Wali Kota Airin Ingatkan Masyarakat Akan Bahaya Konsumsi Minuman Keras

Baca juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Mata Kasus Pengeroyokan yang Tewaskan Anggota Brimob

Hal ini menanggapi keterangan Agus yang sebelumnya menyebut bahwa setelah kerumunan warga terjadi Satgas Covid-19 menemukan 20 kasus reaktif Covid-19 dari hasil pemeriksaan rapid test antibodi.

Sebelumnya saat menjawab pertanyaan JPU Agus mengaku sebagai Pelapor dalam kasus kerumunan warga di Megamendung yang sebelumnya ditangani Polda Jawa Barat.

Dia mengaku tidak langsung melihat kerumunan karena saat kejadian sedang WFH sehingga hanya menerima laporan adanya kerumunan warga dari jajaran Satpol PP Kabupaten Bogor.

"Saya kebetulan tidak di lokasi, tapi dari hasil laporan yang hadir cukup banyak. Kurang lebih 3.000 an di lapangan. Mereka berkerumun," kata Agus.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved