Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

13 Pekan Depok Zona Oranye, Gugus Tugas: Protokol Kesehatan Jangan Sampai Longgar

Status Covid-19 Kota Depok masih berada di zona oranye (penyebaran sedang) hingga sekarang.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Erik Sinaga
GETTY IMAGES via BBC INDONESIA
Ilustrasi. Status Covid-19 Kota Depok masih berada di zona oranye (penyebaran sedang) hingga sekarang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Status Covid-19 Kota Depok masih berada di zona oranye (penyebaran sedang) hingga sekarang. Kondisi ini, sudah terjadi selama 13 pekan lamanya.

“Iya berdasarkan rilis data dari Satgas Pusat, alhamdulillah kita sudah 13 Minggu terakhir ini kita berada pada zona orange,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (20/4/2021).

Dadang mengatakan, status ini sangat tergantung pada upaya semua pihak dalam  penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Tapi mudah-mudahan kita bisa meningkatkan score karena memang ini sangat tergantung ikhtiar semua pihak, pemerintah maupun warga dalam rangka melakukan prokes ya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dadang menuturkan bahwa bulan ramadan ini, aktivitas warga secara sosial dan ekonomi mengalami peningkatan dan cukup tinggi di Kota Depok.

Oleh sebab itu, peningkatan ini harus disertai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

 “Kita ketahui bahwa pada ramadan sekarang, aktifitas warga secara sosial dan ekonomi cukup tinggi, nah ini harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Baca juga: Pemkot Bekasi Lakukan Pendampingan Psikologis Gadis 15 Tahun Dipaksa Anak Anggota DPRD Jadi PSK

Baca juga: Tidur Sendiri di Rumah, Wanita Kaget Kaki Ditarik, Wajah Ditinju, Mulut Dibekap Tetangga Tak Dikenal

Baca juga: Ibu Kepala Dusun Dibunuh usai Tinjau Proyek, Anaknya jadi Saksi Kunci, Terduga Pelaku Warga Sendiri

Dadang berujar, pihaknya mengkhawatirkan bilamana protokol kesehatan tidak diterapkan secara ketat, akan kembali terjadi peningkatan kasus.

“Kalau kita longgar maka dikhawatirkan ada peningkatan kasus kembali jadi ini yang harus kita sama-sama pahami, terutama di dalam kegiatan sosial keagamaan,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved