Breaking News:

Pembagian BLT UMKM di Kota Bogor Dibubarkan Satpol PP

Warga terpaksa harus berdesak-desakan dan melanggar protokol kesehatan ketika menunggu pencairan bantuan uang dari pemerintah itu

Tribunnews.com
Ilustrasi Kesemrawutan pembagian BLT UMKM di GOR Pajajaran itu disebabkan kurangnya informasi yang diterima oleh warga terkait jadwal pencairannya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, BOGOR - Antrean warga penerima bantuan langsung tunai (BLT) usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebesar Rp 1,2 juta yang berlangsung di GOR Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, membeludak, Selasa (20/4/2021).

Akibatnya, warga terpaksa harus berdesak-desakan dan melanggar protokol kesehatan ketika menunggu pencairan bantuan uang dari pemerintah itu.

Kesemrawutan pembagian BLT UMKM di GOR Pajajaran itu disebabkan kurangnya informasi yang diterima oleh warga terkait jadwal pencairannya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor Agustian Syah mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk membubarkan kerumunan atau antrean warga yang terjadi saat penyaluran bantuan.

Agus mengatakan, membeludaknya antrean warga penerima BLT UMKM di GOR Pajajaran karena kesalahan dari pihak Bank BRI selaku penyalur bantuan, yang menggabungkan antara daftar penerima dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Seharusnya, kata Agus, kondisi tersebut tidak akan terjadi apabila pihak bank tidak menyatukan warga penerima bantuan dari wilayah Kabupaten Bogor.

"Kami minta untuk warga Kabupaten Bogor tempatnya jangan di sini, ini kan wilayah Kota Bogor. Mau enggak mau, supaya antrean bisa dipecah, tidak membeludak seperti ini," kata Agus saat dikonfirmasi.

Agus menambahkan, ada sekitar 1.000 warga yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor datang ke GOR Pajajaran untuk mencairkan bantuan uang sebesar RP 1,2 juta.

Bahkan, sambung Agus, ada beberapa warga yang telah datang sejak semalam agar tidak ketinggalan antrean pembagian bantuan uang tersebut.

Agus mengaku telah meminta penanggung jawab dari pihak Bank BRI untuk memecah lokasi pembagian bantuan agar tidak ada lagi antrean yang membeludak.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved