Akses Jalan Jembatan Kota Paris Ditutup, Bocah Nekat Memanjat Pembatas Setinggi 150 Cm
Dua bocah laki-laki nekat memanjat pembatas jalan yang tingginya sekira 150 centimeter
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, JOHAR BARU - Dua bocah laki-laki nekat memanjat pembatas jalan yang tingginya sekira 150 centimeter, di Jembatan Kota Paris, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Kamis (22/4/2021).
Mereka memanjat pembatas jalan yang tak beraturan itu secara hati-hati.
Padahal, sisi kanan dan kirinya itu merupakan Kali Ciliwung yang airnya sedalam kira-kira satu meter.
Mereka hendak menuju wilayah RT 01 RW 05 Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru.
"Habis dari rumah teman di sana (RT 01 RW 06 Kelurahan Rawa Sawah, Kecamatan Johar Baru)," kata satu di antara dua bocah tersebut.
Bocah laki-laki ini mengatakan terbiasa memanjat pembatas jalan itu.
"Sudah biasa. Sering memanjat. Tapi waktu itu saya pernah jatuh," kata dia.
"Tapi saya tidak kenapa-kenapa. Tidak kapok," lanjutnya.
Jembatan Kota Paris ini akan dihancurkan lantaran dituding menjadi arena tawuran warga setempat.
Jembatan ini menghubungkan wilayah RT 01 RW 05 Kelurahan Tanah Tinggi dengan RT 01 RW 06 Kelurahan Rawa Sari.
Dua kelurahan tersebut masih berada di wilayah Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat.
Warga RT 01 RW 05, Restini (53), mengatakan jembatan tersebut tidak pernah dijadikan arena tawuran.
"Justru jembatan ini tidak pernah dijadikan tempat tawuran. Nah, yang tawuran itu di perempatan jalan Tanah Tinggi dan Rawa Sawah," kata dia, saat diwawancarai TribunJakarta.com, di lokasi, Kamis (22/4/2021).
Restini pun menyayangkan adanya penutupan akses jalan di jembatan tersebut.
Meskipun namanya Jembatan Kota Paris, jembatan ini tak seindah kota fesyen seperti di Negara Perancis.
Sisi-sisi jembatan tersebut tampak plong.
Tak ada pembatas untuk memberi rasa aman bagi warga yang melintas.
Tiap ujung jembatan tersebut ditutup pembatas jalan.
Tak ada celah bagi warga setempat yang hendak melintas di sana selain memanjat pembatas tersebut.
"Padahal jembatan ini menjadi akses warga RT 01 RW 05 untuk ke Pasar Gembrong yang ada di Rawa Sawah," tambah Restini.
"Kasihan banyak ibu-ibu yang sudah tua mesti lewat jalan lain. Lebih jauh jadinya," lanjut Restini.
Camat Johar Baru, Nurhelmy Fitriyani, mengatakan jembatan tersebut telah berada lebih dari lima tahun.
"Lebih dari lima tahun itu," kata dia, saat dihubungi, di tempat terpisah.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana merobohkan jembatan itu.
Sebab, jembatan itu dituding menjadi arena tawuran atau adu jotos antar warga.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun menyebut, usulan merobohkan jembatan itu justru datang dari masyarakat.
"Jembatan paris memang ada keinginan dari warga agar jembatan tersebut dirobohkan," ucapnya, Rabu (21/4/2021).
Politisi Gerindra ini menyebut, sampai saat ini sudah ada empat kelurahan yang mengajukan permohonan ini, yaitu Kelurahan Galur, Tanah Tinggi, Johar Baru, dan Kampung Rawa.
Pemprov DKI pun hingga kini masih terus mengkaji perihal rencana perobohan jembatan tersebut.
"Sudah ada pemberitahuan dari RW setempat (jembatan mau dirobohkan). Tapi, ini masih dalam proses pengkajian," ujarnya di Balai Kota.
Ariza mengakui, lokasi jembatan Paris yang strategis memang kerap dijadikan arena tawuran para remaja di kawasan Johar Baru.
Baca juga: Derita Ibu Hamil di Balongan, Rahim Terus Keluar Darah Usai Ledakan Kilang Minyak: Takutkan Janinnya
Baca juga: Reddoorz TIS Square Jadi Tempat Prostitusi Online, Masih Ada Tulisan Buka Pasca Digerebek Polisi
Baca juga: Setahun Nganggur karena Pandemi, Suami Makin Stres Jelang Lebaran, Istri Dianiaya hingga Jari Putus
Kejadian tawuran ini pun sudah berulang kali terjadi dan hingga kini belum ada solusi untuk mengatasinya.
"Memang jembatan itu sering kali jadi penghubung tawuran. Dalam waktu dekat akan kamu putuskan yang terbaik," tuturnya.
"Apakah dirobohkan ataukah dicari solusinya atau jembatan tetap bisa difungsikan, tapi tidak digunakan untuk tawuran. Nanti kami umumkan," tutup dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/dua-bocah-laki-laki-nekat-memanjat-pembatas-jalan-yang-tingginya-sekira-150-centimeter.jpg)