Breaking News:

Curahan Hati Operator PO Saat Pandemi: Dapat Rp 100 Ribu, Biaya Operasional Rp 1,5 Juta

Tatang mengatakan mereka tetap melayani keberangkatan segelintir penumpang lantaran takut kehilangan kepercayaan bila menolak.

TribunJakarta/Bima Putra
Loket sejumlah PO di Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2021 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Ketakutan kehilangan kepercayaan dari para penumpang setia membuat perusahaan otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur siap merugi di masa pandemi Covid-19.

Alih-alih menolak melayani keberangkatan penumpang bila jumlah kursi bus tidak terisi penuh, para PO kini tetap beroperasi meski jumlah penumpang dalam satu bus bahkan hanya satu orang.

Perwakilan PO AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Tatang mengatakan mereka tetap melayani keberangkatan segelintir penumpang lantaran takut kehilangan kepercayaan bila menolak.

"Umpama kita menolak bawa penumpang karena cuman dua orang nanti imbasnya panjang. Dua orang ini bakal ngomong ke teman, keluarga mereka biar enggak naik bus kita. Akhirnya kita kehilangan kepercayaan," kata Tatang di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (23/4/2021).

Meski terkesan sepele, menurutnya kabar dari mulut ke mulut penumpang terkait pelayanan tidak memuaskan ini bisa membuat usaha PO yang dirintis sejak lama hancur dalam waktu singkat.

Pun mengangkut segelintir penumpang berarti merugi karena keuntungan dari harga tiket tidak sebanding dengan biaya operasional bus AKAP yang dalam satu kali perjalanan butuh sedikitnya Rp 1 juta.

"Kita kan usaha mikir jangka panjang, kalau kita angkut dua penumpang ini mungkin besoknya mereka bilang ke keluarga mereka biar naik bus kita saja karena puas dengan perjalanan. Walaupun ya pasti rugi, tapi namanya usaha," ujarnya.

Tatang menuturkan, prinsip siap rugi dan menjaga kepercayaan ini yang dipegang teguh PO sejak adanya pembatasan penumpang dalam satu bus maksimal 50 persen dari kapasitas kursi.

Dia mencontohkan beberapa waktu lalu mengangkut hanya satu penumpang ke Wado, Kabupaten Sumedang meski biaya operasional untuk bensin, tol, dan lainnya mencapai Rp 1,5 juta.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved